Labuhanbatu_news

Situs Pribadi (Memuat Berita-Berita Seputar Labuhanbatu)

Google

30 November 2007

GPTPP Rantau Utara Tanam Bibit Mahoni 500 Pohon

Pencanangan Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon ( GPTPP ) dengan aksi menanam sekitar 500 bibit pokok mahoni di lapangan parkir stadion Bina Raga Rantauprapat, Sabtu ( 31/11 ) pagi sekitar pukul 8.00 wib, dibuka secara resmi.
Hal itu dilakukan Ketua tim penggerak PKK kecamatan Rantau Utara, kabupaten Labuhanbatu, Ny Endang Sari April.
Dalam sambutannya, Ny Endang Sari April, mengatakan, kegiatan itu didasari dengan semakin meningkatnya pemanasan global yang berimplikasi menurunnya produktivitas alam.
“Kegiatan pembakaran penyebab utama terjadinya emisi karbon yang menimbulkan efek rumah kaca, sehingga dapat meningkatn suhu di permukaan bumi. Untuk itu, aksi penanaman pohon ini kita harapkan dapat menyerap emisi karbon tersebut dan memperbaiki perubahan iklim global”, ucapnya.
Selain itu kata Endang, memperbaiki ataupun kepedulian terhadap lingkungan bukanlah hal yang baru bagi kaum perempuan, karena dalam 10 program pokok PKK terdapat program tentang pelestarian lingkungan . “Kita para ibu dapat memperbaiki lingkungan dengan cara menanam pohon pada berbagai tempat. Memang bukan sekarang kita rasakan, tetapi untuk generasi selanjutnya. Untuk itu saya berharap agar kita semua secara bersama menjaga pertumbuhan pohon yang kita tanam ini”, tegasnya.
M Nur Lubis dalam laporan acara itu mengatakan bahwa kegiatan itu berdasarkan Kepmenhut RI Nomor : SK.337/Menhut-II/2007 tentang Panduan kegiatan aksi penanamn serentak Indonesia dan pekan pemeliharaan pohon menyongsong pertemuan internasional dan Radiogram Mendagri RI Nomor : 522.4/2240/PMD tentang gerakan perempuan tanam dan pemeliharaan pohon dengan tujuan mengurangi dampak pemanasan global, meningkatkan absorsi gas CO2, SO2 dan Polutan lainnya, serta uapaya pencegahan banjir, kekeringan dan longsor.
Camat Rantau Utara Drs April Hasibuan seusai acara mengatakan bahwa sebelumnya mereka juga telah melakukan penanaman pohon si sepanjang jalan sekitar kota Rantauprapat.

26 November 2007

Acara High School Tax Roadshow Dikritisi

LBMI : Sudah Saatnya Diadakan Kurikulum Perpajakan di Sekolah


Sosialisasi perpajakan di Labuhanbatu belum efektif. Pasalnya, upaya
yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Rantauprapat dengan
melibatkan para peserta didik dunia pendidikan di Labuhanbatu pada
acara High School Tax Roadshow sebagai kader penyuluh perpajakan di
tengah-tengah masyarakat, yang diselenggarakan di Gedung Nasional,
Rantauprapat, Senin (26/11) dinilai hanya life service semata.
Terlebih lagi untuk mampu mengefektifkan intensifikasi dan
diversifikasi pajak di daerah penghasil komoditi Sawit dan Karet itu.
Sebab, para siswa dari delapan sekolah yang ada diduga belum mampu
menguasai hakikat berbagai ketentuan umum dan tata cara, bahkan
berbagai jenis perpajakan yang ada. Sehingga, kegiatan itu, hanya
upaya kamuflase untuk menutupi berbagai kelemahan pihak perpajakan
yang ada di institusi itu. Demikian dikatakan yos Batubara, Direktur
Eksekutif Lambaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI),
di Rantauprapat. "Kegiatan itu terindikasi hanya upaya-upaya life
service dengan dalih melibatkan peranserta siswa di sekolah untuk
memberi penyadaran kepada para wajib pajak (WP) agar bersedia membayar
berbagai kewajibannya," ujarnya.
Sejatinya, katanya, upaya sosialisasi perpajakan lebih efektif dengan
melibatkan peranserta pers yang ada. Tapi, diketahui secara bersama
kerap terjadi minimnya berita-berita tentang perpajakan yang luput
sebagai konsumsi publik. Apakah dalam hal ini pihak perpajakan kurang
begitu harmonis dengan para kuli tinta yang ada di daerah ini?, tanya
Yos. "Sepertinya peranan pers di Labuhanbatu kurang dilibatkan untuk
melakukan sosialisasi realisasi rencana penerimaan (renpen)
perpajakan. Baik tentang Pph ataupun PPN yang dapat digenjot dari
daerah ini sebagai devisa negara. Padahal, kan peranan pers sangat
efektif dalam hal itu. Jika dengan melibatkan peranserta siswa yang
ditargetkan untuk penyadaran masyarakat dalam jangka waktu menengah
dan panjang yakni 5 hingga 10 tahun mendatang, sejatinya, siswa di
sekolah-sekolah juga diberikan mata kurikulum pendidikan khusus
tentang perpajakan. Jangan hanya di beberapa sekolah, namun
keseluruhan sekolah yang ada agar mampu membantu tugas-tugas fiskus di
daerah," terangnya.
Bukti kurangnya sosilisasi dan ketransparansian perpajakan yang
efektif di Labuhanbatu, pihak KPP Rantauprapat sendiri tidak pernah
memberikan keterangan kepada para masyarakat tentang masih rendah atau
telah memadai kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. "Di
Labuhanbatu kurang diketahui tentang informasi banyaknya pembayar
pajak yang mengemplang pajak melalui berbagai modus. Apakah masih
banyak terjadi pembuatan surat pemberitahuan pajak terutang (SPT) yang
tidak benar sehingga menyebabkan potensi pajak menguap, belum lagi
tentang transparansi perolehan renpen pajak yang ada. Kan, di sini
potensi perolehan pajak, terlebih lagi dengan ketersediaan berbagai
industri," kesalnya.
Padahal, katanya, para wajib pajak (WP) yang belum melaporkan pajaknya
secara benar segera memperbaikinya sebelum dijerat sanksi sebagaimana
diatur dalam UU No 28/2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara
Perpajakan, hal itu akan diberlaku 1 Januari 2008, namun, bila
efektifitas sosialisasi masih minim, terindikasi WP tidak akan
mengindahkan hal itu.
Sementara itu Dahlan Bukhori, anggota komisi C DPRD Labuhanbatu,
, membenarkan tidak adanya
laporan-laporan yang dilakukan pihak KPP Rantauprapat terkait renpen
yang diterima pada tahun buku berjalan, baik pertriwulan dan
semesteran. "Benar, mereka (KPP Rantauprapat) tidak ada memberi
laporan realisasi penerimaan mereka. Tapi, itu bukan merupakan
kewajiban bagi mereka," ungkapnya.
Namun, sebelumnya juga, Dahlan sempat mengkritisi tentang andanya
sinyalemen kurang transparannya bagi hasil perpajakan yang dilakukan
antara pusat dan daerah. Padahal, akunya, sesuai amanat UU No33/2004
tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, hal
itu jelas diatur. "Bagi hasil pendapatan daerah dari dana perimbangan,
yang diterima Labuhanbatu pada APBD Labuhanbatu TA2005, salah satunya
dari SDA Minyak dan Gas Alam, SDA Perikanan. Untuk sektor SDA Minyak
dan Gas Alam hanya Rp 46,851 juta, padahal sesuai Peraturan Menteri
Keuangan (PMK) No 42/PMK.02/2005 tentang Penetapan Perkiraan Jumlah
Dana Bagian dari Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Alam TA 2005
adalah sebesar Rp 480 juta. Juga, di sektor SDA Perikanan, sejatinya
sesuai sesuai PMK No 55/PMK.92/2005 tentang Penetapan Penerimaan
Jumlah Dana Bagian Daerah yang berasal dari SDA Pertambangan Umum dan
Perikanan untuk TA 2005 sebesar Rp1,272 miliar, namun faktanya yang
diterima pada APBD Labuhanbatu hanya Rp 318,317 juta," bebernya.

Dana Operasional KPUD Labuhanbatu Selama Dua Bulan Rp1,2 M

Dana operasional Pilgubsu 2008 dari Pemprovsu untuk KPUD Labuhanbatu
berjumlah Rp1,2 Miliar. Alokasi dana tersebut peruntukannya hanya bagi
persiapan pelaksanaan Pilgubsu hingga dua bulan ke depan.
Pada awal Januari tahun depan, dana tambahan dijadwalkan akan mengucur
lagi dari Pemprovsu.
"Dana operasional untuk persiapan pelaksanaan Pilgubsu selama dua
bulan telah dicairkan sebesar Rp1,2 M," ungkap Suhari Pane, Ketua KPUD
Labuhanbatu, akhir pekan lalu.
Kata Suhari, dana itu akan dialokasikan ke beberapa pos.
Yang terbesar menyedot dana adalah dalam pos pembayaran honor KPUD,
PPK, PPS dan petugas pemutakhiran data.
"Di Labuhanbatu ini ada 22 kecamatan dan 242 desa dan kelurahan.
Masing-masing kecamatan ada 5 anggota PPK, dan di desa kelurahan ada 3
anggota PPS serta masing-masing 1 orang petugas pemutakhiran data.
Honor mereka dalam dua bulan ini, termasuk honor kami (KPUD), diambil
dari dana tersebut," paparnya.
Selain itu, dana pelantikan PPK dan PPS juga memanfaatkan
dari anggaran Pemprovsu tersebut. Jumlahnya, sebesar Rp300 ribu per
PPK. Karena itu, dikalkulasikan dana tersebut hanya cukup untuk dua
bulan.
"Katanya bulan Januari akan ada dana tambahan dari APBD Sumut 2008.
Persoalannya, kapan APBD 2008 itu disahkan, tidak jelas," tukas
Suhari.
Apalagi, lanjut Suhari, dari kebiasaan tahun-tahun lalu,
APBD Sumut biasanya baru disahkan di pertengahan tahun. Kalau kondisi
itu terjadi lagi tahun depan, maka dikhawatirkan anggaran KPUD untuk
melaksanakan Pilgubsu di awal tahun depan akan kosong.
Sedangkan bantuan hibah sebesar Rp1,8 Miliar dari Pemkab
Labuhanbatu, Suhari mengaku belum menerimanya. Alasan Pemkab, PAPBD
2007 Labuhanbatu masih dalam tahap eksaminasi di Pemprovsu. "Menurut
keterangan sekretaris KPUD seperti itu," tegasnya.
Dana hibah dari Pemkab itupun, lanjut Suhari, diperkirakan
hanya cukup untuk operasional selama dua bulan ini. Untuk tahun
anggaran mendatang, Pemkab direncanakan juga akan memasukkan anggaran
hibah untuk KPUD Labuhanbatu ini. Namun, jumlahnya belum bisa
dikalkulasikan. "Dana itu sebenarnya sudah cukup mendesak. Karena dana
untuk rapat kerja (raker) PPK dan PPS akan kita ambil dari dari hibah
Pemkab tersebut. Soalnya anggaran untuk itu tidak ada dalam dana dari
Pemprovsu," akunya.


Pengeluaran KPUD dari Dana Pemprovsu

Honor

Ketua KPUD (1 orang) Rp2 juta/ bulan
Anggota KPUD (4 orang) Rp1,75 juta/bulan
Ketua PPK (22 orang) Rp400 ribu/bulan
Anggota PPK (88 orang) Rp350 ribu/bulan
Ketua PPS (242 orang) Rp250 ribu/bulan
Anggota PPS (726 orang) Rp200 ribu/bulan
Petugas Pemutakhiran Data (242 orang) Rp100 ribu/bulan

25 November 2007

Eksistensi Pendidikan Non Formal Dilematis

  • Minim political will dan Dukungan Pemerintah

Eksistensi dunia pendidikan non formal (PNF) belakangan waktu dilematis. Pasalnya, lembaga pendidikan ini acap kali dikonotasikan sebagai wadah pendidikan para remaja putusan sekolah formal. Lain halnya dengan minimnya political will dan dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam pembinaannya, mengakibatkan kondisinya yang mampu menciptakan life skill para keluarannya masih sering tidak dapat ditampung di berbagai perusahaan.

Demikian dikatakan MK Baginta Sembiring, ketua Himpunan Seluruh Pendidik dan Penguji Indonesia-Pendidikan Non formal (HISPPI-PNF) Sumut, Minggu (25/11), seusai acara pelantikan kepengurusan HIPPSI-PNF Labuhanbatu, di Gedung PKK Labuhanbatu di Rantauprapat.

Kata Sembiring, political will dari pihak eksekutif dan legislatif dinilai masih belum optimal dalam memberi perhatian pengembangan lembaga itu. Padahal, dihadapkan pada kompleksnya situasi pendidikan belakangan waktu, sebenarnya, lembaga pendidikan non formal yang kini banyak muncul dapat dijadikan sebagai alternatif solusi permasalahan di dunia pendidikan. Hal itu didasari, lembaga PNF memiliki sifat aplikatif dan biaya yang relatif lebih murah. serta, banyak lembaga pendidikan non formal terbukti mampu menghasilkan lulusan yang sama kualitasnya bahkan lebih handal dari pada lulusan yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan formal dalam menghadapi persaingan, terlebih lagi fleksibelitas waktu yang dibutuhkan, lembaga pendidikan non formal juga berpeluang untuk menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai.

Padahal, ujarnya persentase lulusan pendidikan formal yang ada masih banyak yang tidak sanggup melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sementara era globalisasi terus membutuhkan peningkatan kualitas generasi yang trampil dan siap pakai. “Berbagai tempat yang menerima lowongan pekerjaan sekarang memiliki standart dalam menerima calon pekerja yang trampil dan berwawasan luas. Sedangkan, di Sumut tidak sedikit jumlah keluaran pendidikan formal terpaksa kandas melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, disebabkan beberpa faktor, salah satunya masalah pendanaan,” terangnya. Pemerintah, lanjutnya, masih separuh hati dalam membina lembaga PNF yang merupakan jalur alternatif penyedia tenaga kerja yang trampil, termasuk dalam memberi kemudahan pengurusan ijin pendirian lembaga PNF. “Mental birokrasi masih perlu dikritisi dalam hal memberi perhatian yang lebih serius,” paparnya.

Memang, akunya, standart kurikulum PNF masih perlu terus ditingkatkan, terlebih lagi dalam hal standart tenaga pendidik dan lembaga PNF yang sejatinya mampu menelurkan tenaga-tenaga terampil. “Tahun 2008, pihak Badan Standart Nasional Pendidikan Non formal (BSN-PNF) di Jakarta akan mengeluarkan dan terus mengkaji ataupun menganalisa muatan kurikulum PNF yang ideal untuk penerapan dan pedomannya di berbagai lembaga PNF yang ada. Dilain hal, bagi lembaga dan tenaga PNF, juga pihak Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) juga akan mengeluarkan standart mutu sebagai ukuran pendirian lembaga PNF se-Indonesia,” bebernya.

PNF yang di bawah koordinasi dengan pihak Diklusemas dan dinas tenaga kerja masing-masing daerah, sejatinya kedepan dapat lebih sinergis dalam menyediakana tenaga-tenaga yang terampil dan menyalurkannya ke berbagai institusi pencari kerja.

Pada kesempatan itu, dilantik kepengurusan HIPPSI-PNF Labuhanbatu, sebagai ketua Amin Prasetyo, sekretaris Razid Yuliwan. Serta, pada kesempatan yang sama, dilantik pula kepengurusan Dewan pengurus cabang Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (DPC HPPKI) Labuhanbatu, sebagai ketua Tatang Hidayat Pohan, sekretaris Hasymi Prihatin Siregar di lengkapi dengan beberapa biro.

21 November 2007

Pergub Belum Terbit, KPUD Labuhanbatu Enggan Gunakan Dana

Penyediaan dana suksesi Pilgubsu 2008 belum miliki Peraturan Gubernur (Pergub).Akibatnya, Ketua KPUD Labuhanbatu masih gentar mempergunakannya. Alasannya, Pergub yang mengatur penggunaan dana hibah dari APBD Propsu dan Kabupaten/kota itu, belum juga ada. Padahal, sesuai mekanisme yang ada pertanggungjawabannya mesti diatur berdasarkan Pergub dimaksud.

“Kita tidak mau kelak terlibat persoalan hukum akibat penggunaan dana itu. Sebab, hingga saat ini, Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur soal mekanisme pertanggungjawaban penggunaan dana hibah baik dari APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten/kota, belum juga turun,” terang Suhari Pane, Ketua KPUD Labuhanbatu, Rabu (21/11) kepada wartawan di ruang kerjanya.

Sebab, katanya, sistem pertanggungjawaban penggunaan dana pada Pilgubsu ini sedikit berbeda dengan Pemilu 2004 lalu. Jika saat itu, pertanggungjwaban dana adalah pertanggungjawaban kolektif, maka untuk Pilgubsu ini pertanggungjawaban berada di tangan Ketua KPUD secara langsung. Hal itu sebagai amanat yang diatur dalam Permendagri No 44 tahun 2007, jelasnya.

Diakui Suhari, sesuai perintah Ketua KPUD Sumut, pihaknya juga telah membuka nomor rekening dan mengangkat bendahara untuk menerima dana Pilgubsu dari APBD Provinsi.

Namun, Suhari belum mengetahui secara pasti apakah dana itu sudah turun atau tidak. Alasannya belum melakukan pengecekan dan masih belum berani memanfaatkannya, karena masih tunggu Pergub, ujarnya.

Namun, bila sampai 26 November mendatang Pergub belum juga terbit, terlebih lagi pelantikan PPK dan PPS di Labuhanbatu telah mendesak dilakukan, KPUD Labuhanbatu katanya, akan menggunakan dana tersebut sesuai pagu yang telah ditentukan, yaitu Rp300 ribu per PPK.

Katanya lagi, hal ini juga berlaku dalam penggunaan dana hibah dari PAPBD Kabupaten Labuhanbatu sebesar Rp1,8 M. Suhari mengaku juga belum menanyakan realisasi bantuan tersebut, kendati PAPBD Labuhanbatu telah disahkan. Alasannya, KPUD masih menunggu Pergub untuk mekanisme pertanggungjawaban penggunaan dana itu. “Walaupun dana itu merupakan hibah, tapi Ketua KPUD tetap harus mempertanggungjawabkannya. Inilah kita harapkan Gubernur segera mengeluarkan Pergub agar kita bisa mengalokasikan dananya,” bebernya.

Jumlah Penderita Kaki Gajah di Labuhanbatu Tinggi

*Tahun 2003-2006 Sebanyak 113 Jiwa

Penderita Penyakit Kaki Gajah (filiariasis) di Labuhanbatu tinggi. Hal itu diketahui setelah ditemukannya pada tahun 2003 lalu, terhitung hingga 2006, penderita penyakit ini telah mencapai 113 jiwa.

Pertama kali ditemukannya, menyerang masyarakat yang tinggal di 2 kecamatan. Antara lain, Kecamatan Tanjung Medan dan Kampung Mesjid, Labuhanbatu. Berdasarkan hal itu, selanjutnya pihak Dinas Kesehatan Labuhanbatu melakukan survei keberbagai daerah kecamatan yang ada. Dari 22 kecamatan yang ada, ditemukan kembali penderita lainnya. Yakni, di Kualuh Leidong penderita sebanyak 5 jiwa, di Kualuh Hilir sebanyak 18 jiwa, di Panai Hilir 5 jiwa dan kecamatan Panai Tengah sejumlah 6 jiwa.

Sedangkan Panai Hulu 3 jiwa, Bilah Hilir 5 jiwa, Silangkitang 4 jiwa, Kota Pinang 14 jiwa, Kampung Rakyat 16 jiwa, Pangkatan 2 jiwa, Kualuh Hulu 4 jiwa, Kualuh Selatan 4 jiwa, Aek Natas 6 jiwa, NA IX-X 2 jiwa, Aek Kuo 5 jiwa, Marbau 6 jiwa dan kecamatan Rantau Utara sebanyak 8 jiwa. Sementara 2 kecamatan yang tidak ditemuykan yaitu, Rantau Selatan dan Bilah Barat.

Melihat tingginya jumlah penderita penyakit tersebut di Labuhanbatu, dinas Kesehatan setempat menargetkan penanganannya secara serius. “ Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk 5 tahun kedepan akan merekrut penderita penyakit ini sebanyak-banyaknya,” terang Kepala Dinas Kesehatan Nazmil Fuad Harahap didampingi Wakilnya DH Manurung serta Kasubdis P2P-PLP Sutadjid kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu ( 21/11 ) di Rantauprapat.

Untuk menghindari terjangkit penyakit ini, pihak dinkes Labuhanbatu mengimbau warga melakukan beberapa hal, seperti, menghindari diri dari gigitan nyamuk vektor dengan cara menggunakan kelambu sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kawat kasa nyamuk, selalu menggunakan obat anti nyamuk dan kalau bisa mengoles kulit dengan obat anti nyamuk.

Selain itu, memberantas nyamuk dengan cara membersihkan tanaman air pada rawa-rawa yang merupakan tempat perindukan nyamuk, menimbun, mengeringkan atau mengalirkan genangan air dan membersihkan semak belukar di sekitar rumah.,” terangnya.

Tanda-tanda gejala terserang penyakit itu, katanya , seseorang akan mengalami demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Penderita juga akan mengalami pembengkakan kelenjar getah bening ( tanpa ada luka ) yang biasanya di daerah lipatan paha dan ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit. Bahkan, ujarnya, radang saluran kelenjar getah bening penddeerita akan terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal ke arah ujung kaki atau lengan.

Abses Filartial terjadi akibat seringnya pembengkakan kelenjar getah bening dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Serta pembengkakan tungkai, lengan, buah dada, kantong buah jakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas. Jadi, jika ada warga yang mengalami tanda-tanda itu, kami harapkan segera melapor ke dinas terkait, paling tidak puskesmas terdekat agar segera di beri pertolongan, paparnya.

Tes CPNS di Labuhanbatu Masih Mengambang

Pelaksanaan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2007 di Labuhanbatu belum bisa dipastikan pelaksanaannya. Bahkan dikhawatirkan, tes tersebut tidak bisa dilaksanakan tahun ini.

Rusman Syahnan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Labuhanbatu mengatakan, Labuhanbatu memang diberi jatah oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI untuk menerima CPNS dari formasi umum sebanyak 35 orang untuk tahun ini. "Jumlah itu memang sangat sedikit. Itu sebenarnya tidak sebanding dengan biaya yang ditanggung pemerintah daerah untuk menyelenggarakannya," jelas Rusman, kepada wartawan, Senin (12/11).

Pun begitu, lanjutnya, pihaknya telah mengirimkan surat kembali ke Menpan terkait hal tersebut. Dalam surat tersebut juga disertakan formasi CPNS yang dibutuhkan Pemkab Labuhanbatu. Hanya saja, hingga kemarin, belum ada jawaban dari Menpan.

"Kita sudah sampaikan ke Menpan berapa formasi yang kita inginkan dan latar belakang pendidikan apa saja yang kita butuhkan. Tapi belum dibalas-balas. Makanya, kita belum bisa pastikan kapan diadakan penerimaan CPNS di daerah ini untuk tahun ini," beber Rusman.

Sayang, Rusman enggan membeber lebih jauh berapa formasi yang mereka inginkan dan latar belakang pendidikan apa saja yang mereka ajukan ke Menpan tersebut. "Tunggu dulu jawaban dari Menpan. Nanti kalau kita lansir sekarang bisa menimbulkan kesalahpahaman di tengah-tengah masyarakat," kelitnya.

Lantas, bagaimana kalau surat tersebut ditolak Menpan? Ditanya seperti itu, Rusman mengaku pihaknya bisa saja tidak mengadakan penerimaan CPNS tahun ini. Sebab, selain formasi yang terlalu sedikit sehingga tak sebanding dengan biaya penyelenggaraan yang dikeluarkan Pemkab, beberapa daerah di Pantai Timur Sumut juga telah tegas-tegas menolak pelaksanaan CPNS tahun ini.

"Kita memang belum bisa mengambil sikap (menolak atau menerima penerimaan CPNS). Tapi di Asahan, Langkat, Tapsel, Padangsidimpuan dan beberapa daerah pantai timur lainnya telah menolak. Dan bukan tidak mungkin kita mengikuti langkah mereka," tandasnya.

Sementara itu, Kabag Humasy Pemkab Labuhanbatu Sugeng mengatakan belum ada instruksi pihaknya untuk mengumumkan penerimaan CPNS tersebut. "Kalau semuanya nanti sudah jelas dan Pemkab juga memastikan menggelarnya, pengumuman penerimaan CPNS itu akan kita lansir di beberapa tempat," jelas Sugeng.

Selain di kantor Bupati, pengumuman tersebut juga akan dipajang di beberapa lokasi strategis di kota Rantauprapat. "Pokoknya kalau sudah ada kepastian, kita akan sampaikan kepada seluruh masyarakat melalui pengumuman, baik brosur, media massa dan radio daerah," pungkasnya.

20 November 2007

Kakanwil Ditjen Pajak: Masih Banyak Pengemplang Pajak di Medan

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Kakanwil Ditjen) Pajak Sumut I Medan Drs Ramram Brahmana menggambarkan, rendahnya share penghimpunan pajak dari Kanwil Sumut I Medan kepada penghimpunan pajak nasional akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak dan masih banyak wajib pajak (WP) yang mengemplang pajak.

Hal tersebut disampaikan Ramram Brahmana dalam sambutannya saat membuka seminar sehari menyosialisasikan “Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan” (UU No 28/2007) di Balai Raya Tiara Convention Center Medan, Senin (19/11) yang digelar STIE Indonesia. Hadir dan juga pembicara pada seminar tersebut di antaranya anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Dr Sjahrir, Direktur Peraturan Pajak Ditjen Pajak Djonifar Abdul Fatah diwakili staf dan Direktur Intelijen dan Penyidikan Pajak Dr Tjiptardjo.
Ramram menunjuk, target pajak Sumut I Medan tahun 2007 sebesar Rp 3,4 triliun, share-nya sangat kecil yakni di bawah 1% yakni 0, 086 permil dibandingkan rencana penerimaan (renpen) pajak secara nasional sebesar Rp 393 triliun. Padahal potensi sumber penghimpunan pajak dari Sumatera Utara I dinilai cukup besar.
Menurut Ramram, penyebab masih rendahnya penghimpunan pajak di Kota Medan dan sekitarnya akibat masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Faktor lainnya, menurut Ramram, masih banyaknya pembayar pajak yang mengemplang pajak melalui berbagai modus, di antaranya membuat surat pemberitahuan pajak terutang (SPT) tidak benar yang menyebabkan potensi pajak “menguap”.
Ramram mengimbau, para wajib pajak (WP) yang belum melaporkan pajaknya secara benar segera memperbaikinya sebelum dijerat sanksi sebagaimana diatur dalam UU No 28/2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan yang akan berlaku 1 Januari 2008.
Dipaparkannya, bagi WP yang diperiksa dan disidik karena tidak melaporkan perpajakannya secara benar, jika terbukti dikenakan denda 400% dari utang pajaknya. Sedangkan bagi yang terlambat melaporkan (memasukkan) SPT dikenakan denda 2%.
“Saya mengimbau para WP yang merasa menyampaikan SPT tidak benar agar segera memperbaikinya sebelum diperiksa aparat fiskus agar tidak dikenakan sanksi yang cukup berat,” imbau Ramram.
Ramram juga mengimbau para WP jangan lagi mencoba-coba menggoda aparat fiskus untuk melakukan “kerja sama” saling menguntungkan. Sebab, bila hal itu terungkap maka fiskus akan dikenakan hukuman yang cukup berat. “WP jangan lagi ‘menggoda’ fiskus dengan imbalan tertentu karena dalam era modernisasi pelayanan pajak, fiksus telah mendapat remunerasi yang memadai,” kata Ramram sembari menunjuk aparat fiskus jebolan program diploma setahun (D1) sudah menerima gaji sekitar Rp 3 juta-Rp 4 juta/bulan.
Pada kesempatan yang sama Ramram juga mengungkapkan, penerimaan pajak secara gross di Kanwil Sumut I Medan hingga Oktober 2007 sudah mencapai 110% dan menjadi salah satu yang terbesar di antara 31 kanwil yang ada di Indonesia. Namun jika dikurangi restitusi, maka penerimaan netto-nya berkisar 70%-75% dan rangkingnya berada di posisi ke-29.
Dr Sjahrir dan Direktur Intelijen dan Penyidikan Pajak Tjiptardjo yang dihubungi terpisah di sela-sela seminar tersebut senada mengakui, target penerimaan pajak di Sumut I masih di bawah potensi sesungguhnya.
“Barangkali model ‘merampok’ pajak yang dilakukan WP dengan cara mengisi SPT tidak benar,” ujar Tjiptardjo yang didampingi Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Komda Sumbagut Kunnadi dan Ketua IKPI Cabang Medan Barry Kusuma.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=103621&more=1#more103621

Pemda di Sumut Diminta Selesaikan Masalah Keuangan Masing-masing

Pemerintah daerah (pemda) di Sumatera Utara (Sumut), baik propinsi maupun kabupaten/kota, diminta segera menyelesaikan persoalan pengelolaan keuangan dan administrasi selama periode 2005-2006 yang terjadi di daerahnya masing-masing.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut, Yopie S Batubara, mengatakan hal itu kepada wartawan di Medan, Selasa (20/11). Disebutkannya, berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hampir seluruh pemda di Sumut memiliki masalah keuangan dan administrasinya.
“Atas temuan BPK ini, kami anggota DPD kemudian mengadakan kunjungan kerja ke lapangan dan memanggil pimpinan Pempropsu, pemkab-pemko. Kita meminta mereka untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut,” ujarnya.
Yopie mengatakan, persoalan keuangan yang ditemukan BPK terjadi pada periode tahun 2005-2006. Seperti pembayaran biaya sewa rumah jabatan atau rumah dinas pimpinan dan anggota DPRD Sumut sebesar Rp 7,375 miliar yang belum dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Kemudian pelaksanaan beberapa pekerjaan pada Dinas Penataan Ruang dan Permukiman (Distarukim) Sumut tahun anggaran 2005-2006 tidak sesuai kontrak sebesar Rp 903,216 juta dan belum dipungut denda keterlambatan sebesar Rp 82,039 juta.
“Contoh lainnya seperti pelaksanaan kegiatan pengadaan sarana dan prasarana kerja tahun anggaran 2005 pada Sekda Kabupaten Humbahas senilai Rp 321,798 juta yang tidak mengikuti ketentuan yang ada,”ungkapnya.
Sedangkan salah satu masalah yang terjadi di Kota Padangsidimpuan adalah penetapan jumlah tunjangan perumahan anggota DPRD setempat sebesar Rp 382,5 juta tidak sesuai dengan ketenttuan dan memboroskan keuangan daerah.
Yopie mengakui seluruh pemkab dan pemko di Sumut memiliki masalah administrasi dan keuangan. DPD asal Sumut kemudian mengambil contoh sampel Pemkab Madina, Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Humbahas, Simalungun, Serdang Bedagai, Langkat dan Binjai.
Yopie yang membidangi persoalan APBN, pajak dan BPK ini menuturkan, seluruh pemkab-pemko serta Pempropsu sendiri diberi batas waktu hingga akhir Desember 2007 untuk menyelesaikan seluruh persoalan tersebut.
“Jika tidak, maka kemungkinan terburuk, pemerintah pusat akan memotong Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus (DAU-DAK) mereka,” tegasnya.
Pimpinan Pempropsu dan pemkab-pemko, lanjutnya sudah komitmen untuk menyelesaikan persoalan ini, maksimal hingga Desember 2007 ini. Pimpinan daerah masing-masing juga sudah berjanji untuk mengikuti prosedur dan ketentuan yang ada.
Berhati-Hati
Yopie mengakui, pengawasan terhadap penyelenggaraan negara dan daerah sekarang ini sudah mengalami banyak kemajuan. Berbeda dengan masa lalu, ketika pengawasan berjalan sangat longgar.
“Pemda tingkat I dan II sudah harus berhati-hati dan mengikuti ketentuan serta prosedur yang ada. Sehingga laporan keuangan dan administrasi mereka dapat dipertanggungjawabkan serta bisa menghemat pengeluaran,” ungkapnya.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=103730&more=1#more103730

19 November 2007

Minim Infrastruktur Jalan Hambat Produksi Pangan

* Pola Tata Air Mikro Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian

Minimnya infrastruktur jalan darat penghambat produksi pangan diLabuhanbatu. Pasalnya, daerah-daerah sentra penghasil pangan diLabuhanbatu yang dominan berlokasi di pesisir pantai, masihketerbatasan sarana dan prasarana transportasi. Padahal, daerahpesirir yang terkenal memiliki luas lahan pertanian. Terlebih lagi,dengan terlaksanannya program Tata Air Mikro yang mampu mengatur poladistribusi air ke lahan-lahan pertanian yang sebelumnya dengan polatanam tadah hujan.Hal itu dikatakan Siswoyo ketua kelompok tani (koptan) Rezeki Tani,Desa Sei Kasih, Bilah hilir, Labuhanbatu yangdidampingi Hamdani, sekretaris koptan tersebut, Senin (19/11) dikesetretariatan Pemkab Labuhanbatu.Katanya, penghambat peningkatan hasil produksi pertanian dari daerahitu disebabkan kurangnya perhatian pihak Pemkab Labuhanbatu ataupunpihak Pemprovsu untuk menambah laju mutu jalan darat dari dan kedaerah-daerah sentra pangan. "Kami masih merasa terlalu susah membawaproduksi pertanian keluar dan mengimport berbagai alat mesin pertanian(alsintan). Padahal, dengan adanya transportasi yang memadai, secarapasti akan dapat merangsang para petani untuk mengkelola lahanpertaniannya," terangnya.Dikatakannya, dengan pola Tata Air mikro yang telah diterapkankelompok tani mereka yang beranggotakan tak kurang dari 25 orang itu,telah mampu meningkatkan laju produksi lahan pertanian mereka, darisebelumnya seluas 300-an hektar, dengan pola musim tanam(MT) sekalisetahun dengan penanaman padi varietas ciarang hanya mampu memproduksipadi 3,5 ton perhektar. Selanjutnya, dengan pola tata air mikromenjadi 2 MT pertahun dengan produksi 4,5 ton perhektar. "Manfaatmenerapkan pola tata air mikro dapat menyuplai air ke lahan-lahanpertanian. Sehingga, secara pasti jadwal penanaman dapat ditingkatkan, serta hasil produksi juga meningkat," bebernya. Polatersebut, katanya, telah dilakukan sejak tahun 2004, dengan swadayamasyarakat petani setempat dengan memasang pintu klep yang mengaturdan memanfaatkan air dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Bilah. Daripenerapan pola itu, ujar Siswoyo, pada hari Jumat tertanggal 16Nopember barusan, dari 5 koptan se Indonesia, yakni petani dari Rokanhilir, Riau, koptan dari Kutai Timur, Kalsel, koptan dari OganKomering Ilir (OKI), Sumsel, dan koptan Barito Kuala, Kalsel sertakoptan Rezeki Tani , sebagai perwakilan petani se Sumatera Utara telahmenerima penghargaan langsung dari Presiden RI Susilo BambangYudhoyono (SBY). "Kita mewakili Sumut telah diundang Presiden SBYuntuk menerima penghargaan, baik piagam ataupun trophy, serta voucherberupa satu unit alsintan handtractor. Setelah dinilai berhasilmenerapkan pola Tata Air mikro untuk lahan pertanian," bebernya.Namun, kedepan, akunya, mengharapkan kepada pihak Pemkab Labuhanbatudan pemerintahan, agar lebih dapat memprogramkan peningkatan mutujalan darat, sehingga, dengan peningkatannya serta penerapan berbagaipola-pola dan jadwal tanam pertanian akan mampu menggembalikankejayaan Labuhanbatu sebagai daerah yang mampu surplus dari pangan."Memang, kendala di lapangan yang terasa adalah seringnya muncul hamakeong mas. Tapi, hal itu tidak terlalu dipermasalahkan, sebab dapatdiantisipasi dengan menerapkan pola bebeknisasi, yaitu mengkelolalahan pertanian disertai dengan menerapkan peternakan bebek yang dapatmenekan laju pertumbuhan keong mas. Tapi, bila produksi lahanpertanian di Labuhanbatu dapat ditingkatkan, bukan tidak mungkindaerah ini akan kembali memiliki keharuman nama sebagai daerah yangmampu mensuplai beras. Akhirnya, Labuhanbatu tidak lagi dikatakansebagai pemilik beras dan Asahan Tanjung Balai punya nama," paparnya.Lahan PertanianSebab, Labuhanbatu sebagai sentra penghasil komoditi padi, namunbelakangan waktu terus mengalami penurunan produksinya dari tahun ketahun. Pasalnya, kini masyarakat setempat lebih memilih mengkonversilahan persawahannya menjadi lahan perkebunan Sawit. Hal itu indikasidari prospeknya, lebih menjanjikan dibanding mempertahankanmembudidayakan Padi di persawahan. Dari data statistik yang ada, sejaktahun 1999 hingga 2006 lalu menunjukkan produksi padi di daerah initerus mengalami penurunan. Jika tahun 1999 lalu Labuhanbatu masih bisamenghasilkan 345.147 ton padi, tahun 2006 tinggal 281.145 ton.Jika dikonversi menjadi beras, jelas Nizamuddin, 281.145 ton padi ituhanya bisa menghasilkan beras 175.153 ton. "Hitungannya produksi padimenjadi beras mengalami penyusutan 62.30 persen. Jadi, data terakhir,beras yang dihasilkan dari padi di kawasan ini mencapai 175.153 ton,"tegasnya. Sejauh ini, jumlah beras itu memang masih mencukupi untukkebutuhan rumah tangga di Labuhanbatu. Dengan kata lain, produksi padipetani Labuhanbatu masih bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga untukdaerah itu. Sebab, masih berdasarkan data BPS, untuk tahun 2006,kebutuhan konsumsi beras untuk Labuhanbatu mencapai 98.321 ton pertahun dari jumlah penduduk 987.157 jiwa. Berarti memang masih adasurplus sebesar 76.832 ton. Namun, angka itu belum mencukupi untukmemenuhi kebutuhan beras untuk industri, pakan ternak dan lain-lain.Jadi, baru kebutuhan rumah tangga saja yang bisa dipenuhi. Bahkan, dikhawatirkan apabila produksi padi ini terusmengalami penurunan seperti yang menjadi trend sejak tahun 1999 lalu,bukan tidak mungkin untuk memenuhi kebutuhan beras rumah tangga sajapun tak mencukupi lagi. Sebab, angka pertumbuhan penduduk terusmengalamai kenaikan, sementara produksi padi dari petani justru terusmenurun.

yahoo group

Subscribe to neo-hiperseks
Powered by groups.yahoo.com

yahoo group

Click here to join neo-hiperseks
Click to join neo-hiperseks

15 November 2007

Minimnya Regulasi Pengawasan

* Pembangunan Tower Pemancar jadi Polemik


Pengawasan pembangunan Tower pemancar telepon selular milik berbagai perusahaan telekomunikasi belum efektif. Pasalnya, regulasi mengenai hal itu belum dimiliki oleh Pemprovsu. padahal, persoalan yang telah menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat menjadi dilema. Sebab, walau belum adanya analisis mengenai dampak negatif yang ditimbulkan oleh tower yang kini menjamur pembangunannya di tengah permukiman padat hunian, namun indikasi dampak lainnya terkait mutu pendirian dan pembangunan penyanggah tower juga perlu untuk diawasi.

Demikian dikatakan Erwin Hidayah, kepala sub bagian hukum Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Sumatera Utara, Kamis (15/11), seusai pelaksanaan acara sosialisasi bidang lingkungan hidup di ruang rapat Bapedalda Labuhanbatu.

“Bapedaldasu belum mampu melakukan pengawasan secara sefektif dampak lingkungan yang mungkin dihasilkan oleh tower-tower telekomunikasi. Sebab, selain belum adanya regulasi yang mengatur hal itu, juga belum adanya hasil kajian, analisis dan riset yang pasti tentang efek samping dari pembangunannya,” terangnya.

Namun, walau belum dapat dipastikan dampak yang timbul terhadap kesehatan masyarakat, dan makhluk hidup lainnya ataupun kepada lingkungan sekitar, akibat penyebaran gelombang electro magnetic tower tersebut, akan tetapi, kata Erwin, pengawasan mutu bangunan pondasi tower dan lainnya juga perlu menjadi perhatian.

Karena, kata dia, tower yang dominan dibangun di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan areal padat hunian masyarakat, bukan tidak mungkin dalam jangka waktu tertentu dapat mengancam keselamatan jiwa masyarakat.

“Maka tak heran, bila di beberapa tempat banyak terdengar tentang riak-riak penolakan dari masyarakat sekitar pembangunan tower. Kekhawatiran masyarakat itu juga dapat dimaklumi,” tegasnya.

Erwin tidak menyebutkan jumlah tower yang telah dibangun di Sumatera Utara. namun, kedepan, katanya, tidak tertutup kemungkinan pihak Bapedaldasu akan melakukan koordinasi kepada pihak kementerian lingkungan hidup di Jakarta. “Belakangan waktu, pengawasan tower hanya dipercayakan kepada perusahaan pemilik tower masing-masing. namun, kedepan Bapedaldasu tidak tertutup kemungkinan akan mengajukan saran-saran dan usulan kepada Menteri Lingkungan hidup agar dapat mengeluarkan regulasi dan dapat melakukan riset-riset terkait pengawasan dampak yang akan muncul. Bahkan, hingga standar jarak lokasi pembangunan dengan daerah padat penduduk ataupun terkait ketinggian yang ideal. Karena, hal itu berkaitan langsung dengan masyarakat sebagai penerima manfaat dan dampak negatif yang ada,” bebernya.

Pengelolaan Emisi dan Kualitas Udara Masih Kurang

*Laboratorium Lingkungan akan Didirikan

Masih banyak Pabrik pengelolaan kelapa sawit yang menjalankan usahanya di Labuhanbatu belum sesuai dengan ketentuan kementrian Lingkungan Hidup. Pasalnya, monitoring gas buang emisi cerobong ( stack) dari tiap-tiap Pabrik Kelapa Sawit belum secara umum belum mengindahkan Peraturan Pemerintah (PP) No41/1999 tentang pengendalian pencemaran udara.

Hal itu dikatakan H Chairul Azhar, tenaga ahli Badan pengendalian dampak lingkungan hidup daerah (Bapedalda) Sumut, Kamis (15/11) di ruang rapat Bapedalda Labuhanbatu pada acara sosialisasi bidang lingkungan hidup di Labuhanbatu.

Katanya lagi dalam mengulas makalahnya yang berjudul pengelolaan emisi udara dan kualitas udara ambient, secara triwulan pihak industri pengolahan sawit sejatinya memberikan laporan perkembangan emisi yang dilakukan kepada pihak terkait. Naumn, ironisnya, disebebkan factor hight cost pengendalian dan pengawasan stack di lapangan hal itu masih kurang berjalan secara efektif. "Faktor mahalnya biaya stack, menyebabkan secara umum masih banyak industri yang belum mematuhinya. Sehingga, rencana untuk mengurangi volume pencemaran udara masih jauh dari harapan semula," bebernya.

Padahal, ujarnya, slogan Pemerintah menciptakan lingkungan hidup bebas dari limbah telah menentukan komitmen perusahaan untuk membuat surat pernyatan mentaati standart emisi. Selain itu, sejatinya juga, adanya penyiapan fasilitas pengukuran udara dan melaporkannya per triwulan. Belum lagi diharuskan untuk menyediakan alat ESP ( electro static precipitator) dalam menfgurangi polusi udara. Dan, untuk penangganan gas SO2 dan gas NO2, diharuskan menyediakan alat FGD (flue gas desulfurixation ), paparnya.

Dengan terwujudnya tingkat kepatuhan para pelaku usaha industri pengolohan sawit dan karet, tegas Chairul Azhar, dihadapan para perwakilan pengusaha industri PKS dan pengolahan Karet yang ada di Labuhanbatu, dipastikan pencemaran yang disebabkan parameter yang ada, seperti sulfur dioksida (SO3), karbon monoksida (CO), Nitrogent oksida (NOX), debu (particular matter), hadro carbon (HC) dan timbah (timah hitam) akan dapat diminimalisir. Sehingga, efelnegatif yang ditimbulkan dari pencemaran terhadap manusia, hewan dan tumbuhan dapat diantisipasi.

"Penanggulangan lebih jauh terhadap pencemaran lingkungan adalah dengan memperhatikan penggunaan BBM tanpa timbal dan S rendah, selain itu, melakukan diserfikasi energi dan menggunakan alat control emisi gas. Hal terpenting adalah meningkatkan masyarakat dan mendorong penggunaan mesin 4 tag," tandasnya.

Laboratorium Lingkungan

Sementara itu, kepala Bapedalda Labuhanbatu, H Hasban Ritonga, mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai rangkaian menciptakan kesadaran masyarakat, khususnya pelaku usaha industri untuk memelihara lingkungan yang bersih. Serta, sebagai langkah awal persiapan menyongsong rencana pembangunan laboratorium lingkungan di Bapedalda Labuhanbatu. "Direncanakan untuk APBD Labuhanbatu TA2008 akan dibangun laboratorium lingkungan di Bapedalda. Sehingga, secara pasti pengawasan tingkat kepatuhan pengendalian pencemaran lingkungan hidup di Labuhanbatu dapat diefektifkan. Kan, selama ini pengawasan dan pemeriksanaan kandungan limbah cair dan padat dari para pelaku usaha yang memanfaatkan bahan-bahan kimia yang terindikasi mengancam lingkungan dinilai masih kurang. Dengan adanya laboratorium itu nantinya, setiap pelaku usaha industri tidak terlalu repot memeriksakan kandungan limbah kelauran industrinya hingga keluar daerah. Makanya, pemeriksaan BOD dan kandungan kimia lainnya, ataupun pemeriksaan kandungan ph tanah akan dapat dilakukan," pungkasnya.

12 November 2007

Peredaran Upal Digagalkan

* 2 Pelaku Utama, 3 Membantu


5 tersangka yang berasal dari Aceh dan tertangkap di depan Suzuya Plaza Rantauprapat terkait peredaran uang palsu (upal). Hanya 2 tersangka yang dinyatakan terlibat langsung dalam peredarannya. Sedangkan, 3 tersangka lainnya, dinyatakan tidak tahu menahu.

Namun, ketiga tersangka itu tetap saja tak bisa lolos dari jerat hukum. Hingga kemarin sore, mereka bersama dua rekannya yang terlibat langsung, masih meringkuk di balik sel Polres Labuhanbatu. "Tapi pasal yang akan kita kenakan kepada ketiganya berbeda dengan kepada dua rekannya yang lain. Mereka hanya kita kenakan pasal 480 KUH Pidana tentang membantu kejahatan peredaran uang palsu," jelas AKP Mara Junjung Siregar, Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, Senin (12/11), di ruang kerjanya. Katanya, tiga tersangka, masing-masing Mar alias Ari, 19, seorang pelajar SMU di Jakarta, warga Kutabate, Aceh Barat. Kemudian, Han, 29, perantau asal Aceh di Jakarta, warga Desa Pelalue, Aceh Timur, dan M S, 37, juga perantau asal Aceh di Jakarta, warga Desa Kutabale, Kec Beutong, Nagaraya.

"Ketiganya sebenarnya hanya mau menumpang mobil yang dibawa dua tersangka dari Jakarta mau pulang ke Aceh," tegas Junjung.

Namun, sesampainya di sekitaran Sumatera Selatan, ketiganya mengaku mulai curiga dengan dua rekannya yang kerap membeli rokok dan voucher. Sebab, mulai dari Bakauheni, Lampung, Sof alias Tan, 30, warga Desa Pelalue, Aceh Timur, selalu membeli rokok Dji Samsoe dan Marlboro. Hal ini dilakukannya nyaris dalam setiap 10 Km perjalanan. Nah, dinilah ketiga orang ini mulai curiga dan menanyakannya langsung kepada kedua rekannya.

Ditanya, akhirnya kedua rekannya ini mengaku kalau mereka sengaja membeli rokok banyak-banyak untuk memecahkan uang pecahan Rp50 ribu yang palsu. Dengan dibelikan rokok memakai uang palsu, maka mereka mendapatkan kembaliannya yang asli. Dijelaskan begitu, ketiga tersangka sempat mengatakan kalau tertangkap polisi, mereka tak mau dilibatkan. "Tapi bagaimana tak dilibatkan. Mereka ada di situ bersama dua tersangka utama. Lagipula berdasarkan pengakuan mereka, mereka ikut mengisap rokok dan memakai voucher yang dibeli dua tersangka itu dengan uang palsu," papar Junjung.

Diuraikan Junjung, uang palsu sebanyak Rp12 juta itu diambil oleh Mal S,27, warga Desa Kuala, Aceh Timur, dari seseorang yang mengaku warga Tangerang. "Namun, pengakuannya dia tak tahu nama orang itu siapa. Dia menerimanya di depan gedung Roxy Mas Jakarta," bebernya.

Uang palsu tersebut kemudian dibelikan rokok dan vocher di sepanjang jalan mulai dari Bandar Lampung hingga kemudian tertangkap di Rantauprapat. Saat itu, Sof yang bertugas sebagai pembeli dengan uang palsu itu, membeli rokok di warung milik Siti Aisyah br Panggabean di Jalan Sisingamangaraja No 51 Rantauprapat.

Aisyah yang menerima uang pecahan Rp50 ribu curiga dan tak lama kemudian menelpon polisi. Petugas Reskrim Polres Labuhanbatu pun langsung turun ke lapangan dan menemukan mobil Suzuki PVT berplat Jakarta yang disebut Aisyah ternyata masih terparkir di depan Suzuya Plaza. Tak mau kehilangan buruan, petugas Polres langsung melakukan penggrebekan dan akhirnya menemukan Rp10.350.000 uang palsu dan Rp4.553.000 uang asli.

"Saat itu salah seorang dari mereka sedang masuk ke ATM. Saat itulah anggota kita langsung melakukan penangkapan. Selain uang palsu dan uang asli, di mobil itu kita juga memukan ratusan bungkus rorok dan beberapa voucher pulsa yang diduga dibeli tersangka dengan uang palsu mulai dari Lampung hingga kemari," tandas Junjung.

Sementara itu, salah seorang tersangka, Mar alias Ari mengaku memang tak menyangka rekan-rekannya asal Aceh itu membawa uang palsu. Pelajar salahsatu SMU di Jakarta ini mengaku hanya berniat mencari tumpangan gratis saat mau pulang kampung ke Aceh. "Di tengah jalan saya baru diberitahu setelah mereka sering membeli rokok. Tapi saya tak mungkin turun di tengah jalan," katanya sembari tertunduk lesu.

09 November 2007

Hari jadi Pemerintahan Labuhanbatu laik dipertanyakan

Napak Tilas Sejarah
Daerah Labuhanbatu Dibutuhkan

Pelaksanaan Hari jadi Pemerintahan Labuhanbatu yang sesuai keputusan DPDR setempat dengan nomor 08/1998 tentang penetapan hari jadi pemerintahan kabupaten Labuhanbatu, masih laik dipertanyakan.
Pasalnya, resepsi hari jadi merupakan ‘pesta’ pemerintahan setempat, bukan berkaitan dengan hari jadi daerah teritorialnya. Padahal, sejatinya yang merayakan hari jadi seperti itu adalah daerah, bukan pemerintahan. Ambil contoh, Medan, perayaan yang dilakukan adalah hari jadi kota Medan bukan pemeintahan kota, malah untuk skala nasional, hal itu juga terlihat jelas pada perayaan hari kemerdekaan Republlik Indonesia yang selalu diperingati setiap 17 Agustusan. Hari bersejarah itu bukan ditandai sebagai hari jadi pemerintahan Indonesia, namun merupakan hari jadi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI). Demikian dikatakan Syamsul Bahri Siregar, ketua Forum Seni budaya DAerah Labuhanbatu, Jumat(9/11), di Rantauprapat.
“Memang Pemkab Labuhanbatu yang menjalankan roda pemerintahan. Namun, daerah teritorial yang memiliki sejarah yang sejatinya lebih diutamakan untuk diperingati. Tidak ada salahnya Pemkab Labuhanbatu merayakan hari jadi, tapi, juga mesti melakukan napak tilas tentang sejarah daerah Labuhanbatu. Kan, sebelum adanya pemerintahan Labuhanbatu, didaerah yang dahulunya merupakan keresidenan Asahan-Labuhanbatu ini telah ada pemerintahan, baik pemerintahan colonial, atau pemerintahan yang bersifat kerajaan dan kesultanan,” jelasnya.
Maka tak heran, tegasnya, banyak generasi muda Labuhanbatu tidak mengetahui tentang sejarah daerah Labuhanbatu yang dahulunya memiliki beberapa pemerintahan kerajaan. “Bila Pemerintah tidak segera melakukan penggalian sejarah dan lebih mempublikasikannya kepada generasi muda setempat, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi perkaburan dan hilangnya ‘tapak-tapak’ sejarah yang ada. Semisal, cagar budaya yang ada di kota Rantauprapat seperti bangunan Masjid Agung dan gedung sekolah SKM Negeri 1 yang berada di kawasan jalan A Yani, Rantauprapat, diduga kuat banyaknya masyarakat atau generasi muda yang tidak mengetahui masa pembangunannya dan pelopor pendiriannya. Bukan tidak mungkin, kedepan, karena tidak mengetahui nilai-nilai sejarah tersebut, berbagai cagar budaya yang ada akan ‘disulap’ dan dikonversi menjadi pemanfaatan gedung lainnya,” ulasnya.

Wakil ketua Laskar Ampera M Nawi Harahap Angkatan 66 Sumut :

Jiwa Prajurit Milwan Mengabdi Pada Rakyat

Kemunculan HT Milwan sebagai balon cagubsu merupakan mengejewantahkan filosofi dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat.
Pasalnya, Milwan yang telah mencalonkan diri sebagai Cagubsu dari ‘sampan’ partai Demokrat, semata-mata hanya menampung aspirasi berbagai etnis yang ada di Sumut.
Soalnya, Milwan yang sebelumnya masih belum menentukan sikap pada Pilgubsu, belakangan waktu ‘terangsang’ semangat pengembanan prinsip ‘dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat’, setelah gencar mendapatkan dukungan moril dari berbagai lapisan masyarakat.
“Saya mengetahui, kehadiran HT Milwan menjadi balon Cagubsu tak terlepas dari dorongan-dorongan moril masyarakat. Sebab, sebelumnya, saya melihat bangkitnya semangat pengabdiannya untuk rakyat dikarenakan masyarakat yang meminta dirinya untuk mencalon sebagai Cagubsu,” tegas Wakil ketua Laskar Ampera M Nawi Harahap angkatan 66 Sumut, Ismahyuddin Sani, , Jumat(9/11) di Rantauprapat.
Soalnya, kata ketua kesatuan aksi pemuda pelajar Indonesia (KAPPI) ini, bila Milwan hanya memiliki hasrat pencalonan disebabkan factor diri pribadi, tentu ketika dalam pelaksanaan konvensi Partai Golkar Sumut dalam penetapan HM Ali Umri sebagai calon tunggal Cagubsu partai berlambang Beringin itu, Milwan yang juga sebagai ketua DPD Partai Golkar Labuhanbatu itu, akan menolak.
Tapi, seperti diketahui, selain menyadari haknya sebagai warga negara yang berdemokrasi, memiliki hak untuk dipilih dan memilih, utamanya berbagai lapisan masyarakat menyatakan dukungannya kepada Milwan lah, penyebab timbulnya keberanian diri maju pada Pilgubsu. Bertolak dari itu, Ismahyuddin, maka Milwan yang memiliki ‘jiwa prajurit’ yang mesti mengabdi kepada rakyat dan akan melakukan tupoksinya semata-mata untuk rakyat, akhirnya membangkitkan semangat pengabdian tersebut.
“Milwan mantan prajurit, tentu tau betul kalau masyarakat mendukung tugas-tugas yang diemban akan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang ada. Maka, bila ada dukungan masyarakat mencalonkan Milwan jadi Gubsu itu semata-mata karena penilaian, Milwan mampu mengkoordinir dan memiliki wawasan memanajemen massa yang dipadu dengan ‘kepiawaian’ ilmu tata pemerintahannya,” ulasnya.
Kondisi Sumut pada era dewasa sekarang ini yang memiliki masyarakat dengan multi etnis, katanya, sangat membutuhkan adanya sosok yang memiliki jiwa perpaduan konseptual wawasan kebangsaan dan ilmu mengatur roda pemerintahan. “Ya, masyarakat sekarang lebih kritis dalam segi perpolitikan, sehingga akan menetapkan pilihannya pada sosok yang memiliki jiwa nasionalisme kebangsaan dalam memimpin daerah menuju kemakmuran rakyat. Biasanya, jiwa-jiwa tersebut lebih dalam tertanam pada sosok yang telah dibekali prinsip keprajuritan yang semata-mata mengabdi untuk membela tanah air dan rakyat,” tandasnya.

Seluruh Fraksi Terima P-APBD Labuhanbatu TA2007

Eksekutif ‘Dihujani’ Saran dan Masukan


Seluruh fraksi di DPRD Labuhanbatu menyetujui laporan panitia anggaran Rancangan Perubahan APBD (RP-APBD) Labuhanbatu TA 2007.
Namun demikian, dari tujuh fraksi yang ada, masih banyak fraksi-fraksi yang memberikan saran dan masukan kepada pihak eksekutif, pada sidang paripurna penetapan ranperda P-APBD Labuhanbatu TA2007 di gedung DPRD Labuhanbatu, Kamis(8/11).
Semisal, fraksi bintang kemerdekaan sejahtera, dalam saran-sarannya yang dibacakan Syarifuddin Tanjung, fraksi ini memberikan tujuh saran.
Salah satunya, pengadaaan buku siswa dan seragam sekolah, diharapkan pihak Pemkab Labuhanbatu agar melakukan pertimbangan yang lebih konkrit sebelum nantinya dibawakan pda APBD TA 2008 mendatang. Selain itu, hal lainnya yang menjadi kritisi pihak ini, khusus pada rekening 16.15 terkait pos pengadaan buku dan alat tulis siswa yang berjumlah Rp1.488.282.450 yang telah dikurangi sebesar Rp1.080.000.000, agar pemanfaatan dana yang dibawa pada PAPBD TA2007 sebesar Rp408.282.450, agar menciptakan system pendidikan di Labuhanbatu tidak lagi terjadi adanya pengutipan uang rapor dan kutipan lainnya pada berbagai kegiatan. Sedangkan untuk dinas perhubungan Syarifuddin Tanjung memiliki saran yang efektif dalam menciptakan arus transportasi yang aman dan lancar di jantung kota Rantauprapat. “Dinas Perhubungan diminta agar tidak lagi memberikan ijin masuk kepada truk-truk yang melebihi tonase memasuki kota Rantauprapat, yang akibatnya selain terjadinya kemacetan arus lalulintas juga penyebab terjadinya berbagai kerusakan fisik jalan. Bila, hal itu masih terus berlanjut kepada kadishub didesak agar melakukan pemecatan kepada petugas-petugas dishub yang melakukan pegawasan,” tegasnya.
Walau menerima laporan pihak panitia anggaran pada P-APBD TA 2007 itu, fraksi reformasi juga memberikan saran yang tegas kepada pihak eksekutif. Dalam hal ini, menyarankan agar melakukan pengawasan dan penindakan terjadinya indikasi-indikasi pungutan liar(pungli) pelaksanaan kegiatan belajar(kejar) paket C yang ada di Labuhanbatu. “Dimintakan kepada Bupati Labuhanbatu agar melakukan penindakan secara tegas terhadap praktek percaloan pada pelaksanaan kegiatan kejar paket C. serta, segera melakukan pengisian kekosongan kepala-kepala sekolah di beberapa sekolah,” pinta Puji Hartoyo yang membacakan tanggapan akhir fraksi reformasi dihadapan dpeserta sidang yang dihadiri seluruh anggota legislasi daerah itu, dan dihadiri wakil Bupati Labuhanbatu serta seluruh kadis, kabag, kakan di setdakab Labuhanbatu.
Sesuai laporan panitia anggaran P-APBD Labuhanbatu Ta2007 yang disampaikan oleh sekretaris panggar pada 8 nopember 2007 lalu, disebutkan, pendapatan yang diterima pada P-APBD Labuhanbatu TA2007 semula Rp712.487.387.190, bertambah Rp31.585.052.183 menjadi Rp744.072.439.373. sedangkan untuk belanja, semula Rp738.317.105.892, bertambah Rp48.576.343.119, sehingga menjadi Rp786.893.449.011 maka dari akumulasi jumlah tersebut terjadi deficit senilai Rp42.821.009.637.
Pembiayaan, dianggarkan semula Rp184.922.818.142, bertambah Rp48.652.290.935, sehingga jumlah penerimaan setelah perubahan Rp273.575.109.077.
Untuk pengeluaran semula Rp4.451.029.194, bertambah menjadi Rp761 juta. Jumlah setelah perubahan menjadi Rp5.212.029.194, jumlah pembiayaan netto setelah perubahan Rp228.363.079.883, dan sisa lebih pembiayaan setelah perubahan Rp73.721.009.637 atau sisa lebih pembiayaan yang tidak dialokasikan menjadi Rp.30.900.000.000.

08 November 2007

Masuk Dalam Kategori Penilaian

· Tim Penilai Kunjungi Rantau Utara

Kecamatan Rantau Utara Labuhanbatu masuk dalam kategori penilaian sebagai kecamatan terbaik untuk Propinsi Sumut. Indikasi hal itu, sehubungan kunjungan tim penilaian kecamatan terbaik atau teladan provinsi Sumatera Utara ( Sumut ).

Kunjungan tersebut diadakan, Kamis (8/11) di Aula kantor kecamatan itu. Tim penilai yang hadir, Pangara Ritonga, Biro pemerintahan kepala bagian ( Kabag ) Dekonsentrasi dan Tugas Pembentukan, didampingi S Daulay, Kepala Bidang ( Kabid ) Kesejahteraan Kebangsaan Perlindungan Masyarakat ( Kesbanglinmas ), K Simanjuntak, Biro Pemerintahan Kepala Sub Bagian ( Kasubbag ) Penyelenggaraan, Efendi S, Kasubsi Badan Perlindungan Masyarakat (Bapemas), Yusran Dinas Pendapatan Daerah ( Dispenda ), Tabita dan Amar Solihat bagian Biro Pemerintahan.

Pada kesempatan itu, April camat Rantau Utara yang sebelumnya juga peraih penghargaan sebagai kecamatan terbaik versi Pemkab Labuhanbatu pada resepsi Hari Jadi Pemkab Labuhanbatu ke-62, mengungkapkan, dalam tupoksinya membantu pemerintahan di kecamatan yang memiliki sebanyak 10 kelurahan memiliki peranan yang sterategis dalam pembangunan dan pembinaan kehidupan masyarakat.

Dalam laporannya, April juga menyebutkan, masyarakat di daerahnya dominan bekerja di sektor Pertanian dan Industri. "Di sektor industri dengan ketersediaan sebanyak 2 perusahaan industri. Selain itu ketersediaan perkebunan milik BUMN dan swasta. Lembaga perekonomian, tersedia sarana dan prasarana yang memadai, seperti, Perbankan, Koperasi dan Perkreditan Rakyat. Sementara pasar regional dan pusat pasar semi modern masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan," ujarnya.

Roda pemerinthan di kecamatan Rantau Utara, katanya, sejak tahun 2005, telah berjalan lancar. Hal itu dikarena pihaknya melakukan Rapat Koordinasi dengan semua unit kerja minimal 1 bulan sekali.

Contohnya, bidang Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan Hidup, Keamanan dan Ketertiban serta menyeragamkan kesatuan langkah kebijakan Pemkab Labuhanbatu. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pihaknya dapat pemasukan dana sebesar takkurang Rp 111 juta, yang diperolah dari partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Selain itu, sebagai bahan penilaian kecamatan terbaik yang di berikan Pemkab Labuhanbatu itu dikarenakan keberhasilannya dalam berbagai hal. Antara lain, memberikan pelayanan minimal, murah dan cepat. Contohnya, penyederhaan pemberian ijin atau rekomendasi yang menyangkut segala hal.

Diakhir sambutannya, April mengatakan masih banyaknya kekurangan yang mereka hadapi. Untuk itu, pihaknya masih memerlukan dorongan maupun dukungan pihak-pihak lain maupun team penilai dalam rangka peningkatan pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan pada masa yang akan datang.

Ketua tim penilai kecamatan terbaik tingkat Provsu mengatakan, informasi yang diperoleh dari pihak kecamatan Rantau Utara akan menjadi satu penilaian. "Kalau nantinya kecamatan Rantau Utara termasuk salah satu kategori kecamatan terbaik, kita akan kunjungan lagi bersama ketua team yang diketuai oleh asisten I Provsu. Walaupun masih ada kekurangan dan harus dibenahi, tapi itulah manusia. Bukan disini saja, beberapa daerah juga keadaannya hampir sama," ucap Pangara Ritonga.

Anggota DPRDSU dan Labuhanbatu Kritik Sharing Pajak Yang Diberikan Pusat

Anggota Komisi C DPRD Sumut Efendy Naibaho dan anggota DPRD Labuhanbatu Aminuddin Manurung senada mengkritisi sharing (pembagian) pajak oleh pemerintah pusat ke daerah belum memadai dibandingkan kebutuhan dan sumbangan daerah penyumbang pajak.Kritikan tersebut dikemukakan keduanya, Rabu malam (7/11) di Kota Rantauprapat dalam rangka reses anggota DPRD Sumut ke berbagai daerah.Efendy dan Aminuddin menilai, pembagian hasil pajak antara daerah penyumbang dengan pusat masih layak dipertanyakan. Pasalnya, penerimaan sektor pajak sumber daya alam yang selama ini dihasilkan daerah sejatinya dapat dijadikan sumber penerimaan pendapatan daerah yang digunakan untuk pembangunan di daerah lebih besar dinikmati pemerintah pusat.Efendi Naibaho mengatakan, Labuhanbatu merupakan salah satu daerah yang memiliki peranan penting memasok pendapatan negara dari sektor pajak pertambahan nilai (PPN) maupun pajak lainnya. Sumbangan pajak tersebut di antaranya bersumber dari produksi crude palm oil (CPO) yang cukup besar. Terlebih lagi dengan lonjakan harga CPO di pasar dunia yang membuat pemerintah memperoleh tambahan pendapatan dari tambahan pungutan pajak ekspor (PE).Senada dengan Efendi, Aminuddin Manurung juga mengakui hal serupa. Menurut Manurung, dengan adanya aktivitas sekitar 40 pabrik kelapa sawit (PKS) di Labuhanbatu yang rata-rata memiliki kapasitas produksi cukup besar, maka Labuhanbatu perlu jadi perhatian pemerintah sebagai salah satu sentra penyumbang devisa negara. “Bayangkan saja, jika dikalkulasikan setiap PKS rata-rata menghasilkan CPO sebanyak 30 ton per jam. Melalui 40 unit PKS yang ada, maka pajak yang dihasilkan cukup besar,” ungkapnya. Perlunya perhatian pusat terhadap Labuhanbatu, menurut kedua wakil rakyat tersebut, terkait dengan rencana pemekaran Kabupaten Labuhanbatu menjadi tiga kabupaten yang membutuhkan dana cukup besar.Keduanya mengharapkan, dengan dana perimbangan yang lebih besar maka dipastikan akan mampu membiayai proses administrasi pemerintahan daerah dan pembangunan daerah di Labuhanbatu yang akan dimekarkan.Konsultasi Dana Bagi Hasil Terkait hasil perimbangan pajak pusat dan daerah, Dahlan Bukhori, anggota Komisi C DPRD Labuhanbatu, Kamis (8/11) di Rantauprapat, mengungkapkan adanya sinyalemen kurang transparansinya sharing pajak dimaksud. Padahal, sesuai amanat UU No33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, hal itu jelas diatur. “Bagi hasil pendapatan daerah dari dana perimbangan, yang diterima Labuhanbatu pada APBD Labuhanbatu TA2005, salah satunya dari SDA Minyak dan Gas Alam, SDA Perikanan. Untuk sektor SDA Minyak dan Gas Alam hanya Rp 46,851 juta, padahal sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 42/PMK.02/2005 tentang Penetapan Perkiraan Jumlah Dana Bagian dari Sumber Daya Alam Minyak Bumi dan Gas Alam TA 2005 adalah sebesar Rp 480 juta. Juga, di sektor SDA Perikanan, sejatinya sesuai sesuai PMK No 55/PMK.92/2005 tentang Penetapan Penerimaan Jumlah Dana Bagian Daerah yang berasal dari SDA Pertambangan Umum dan Perikanan untuk TA 2005 sebesar Rp1,272 miliar, namun faktanya yang diterima pada APBD Labuhanbatu hanya Rp 318,317 juta,” bebernya.Disebutkannya, Komisi C DPRD Labuhanbatu telah melakukan konsultasi ke pihak Departemen Keuangan di Jakarta 6 September 2007. Namun, jelasnya, rombongan Komisi C DPRD Labuhanbatu hanya diterima Kasi Dana Perimbangan SDA Depkeu.

07 November 2007

20 Persen Jalan Darat Memprihatinkan

Effendi Naibaho : Mekar Labuhanbatu Masyarakat Sejahtera

Pemekaran Labuhanbatu tetap diharap sebagai solusi utama peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pasalnya, dengan kondisi yang ada belakangan, rantai birokrasi yang panjang menghambat lajunya peningkatan pembangunan infrastruktur dan pembangunan perekonomian makro dan mikro yang langsung menyentuh rakyat. Ambil contoh, untuk daerah-daerah yang notabene masih terpencil di pelosok-pelosok Labuhanbatu, khususnya di pesisir timur Sumut daerah Labuhanbatu, menjadi satu dilema dalam peningkatan kesejahteraan rakyat disana.

Sebab, infratruktur trasnportasi dari dan kedaerah itu terkesan masih minim dalam percepatan laju pembangunannya. Sehingga, daerah itu tahun ketahun tetap termarjinalkan.

Demikian dikatakan Efendi Naibaho, Anggota komisi C DPRDSU, Rabu(7/11), disela-sela resesnya ke Labuhanbatu.

Effendi yang juga didampingi Aminuddin Manurung salah seorang anggota DPRD Labuhanbatu mengatakan, dengan adanya percepatan pemekaran, berbagai program pembangunan akan dapat dilaksanakan secara efektif. ”Kan, bila Labuhanbatu dimekarkan menjadi 3 kabupaten, yakni Labuhanbatu Induk, Labuhanbatu Selatan dan Labuhanbatu Utara, masyarakat di daerah yang sebelumnya jauh dari akses pemerintahan sebelumnya akan lebih mudah dalam pengurusan berbagai kewajiban dan haknya selaku warga masyarakat,” tegasnya.

Rencana Pembangunan yang kentara ’nyaris’ gagal di Labuhanbatu, katanya, semisal pembangunan Tanjung Sarang Elang, Panai Tengah-Labuhanbatu sebagai Daerah Pelabuhan bertaraf Internasional. Padahal, sebelumnya, tahapan realisasinya sebagai trade port telah dilakukan MoU antara Pemkab Labuhanbatu dan Pemprosu dengan pihak investor dari Negara Malaysia, untuk melakukan Studi kelayakan, pemabangunan Tanjung Sarang Elang sebagai kota Pelabuhan.

Namun, dikarenakan kurangnya political will antara pihak Pemprovsu dengan Pemkab Labuhanbatu bahkan dengan pihak Pemerintah Pusat akhirnya kurang diketahui secara pasti perkembangan terbaru tentang rencana pembangunan tersebut. ”Padahal, bila pelabuhan itu dapat terealisasi, secara pasti akan mampu memberikan pemmbaharuan kemajuan, baik untuk peningkatan penghasilan asli daerah (PAD) maupun kepada penduduk sekitar dan umumnya masyarakat Labuhanbatu. Sebab, akan mampu menyerap jumlah tenaga-tenaga kerja dengan jumlah banyak,” terangnya.

Indikasi lainnya sebagai pembenaran kurangnya political will yang terjadi, aku anggota legislasi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, terbukti, masih banyaknya infrastruktur jalan darat yang ada di Labuhanbatu masih mengalami kondisi memprihatinkan. ”Setelah kami turun ke lapangan, terlihat masih banyak jalan darat dan jembatan-jembatan penghubung ke daerah –daerah yang sentra penghasil buminya dapat dijadikan sebagai penyumbang kas daerah malah sangat memprihatinkan. Hampir 20 persen jumlah jalan darat milik Propinsi Sumut di Labuhanbatu kondisinya perlu diperhatikan, dikarenakan mutunya semakin kurang. Ambil contoh, jembatan Sungai Kalundang, Bilah Hilir, sebagai prasarana transportasi darat dari dan ke kota Negeri Lama. Proyek pembangunannya yang mempergunakan dana APBD Sumut TA 2006 telah mengalami kondisi yang memprihatinkan, sehingga, komisi C DPRDSU akan merencanakan memanggil kepala dinas jalan dan jembatan Propsu untuk dimintai komentarnya dengan kondisi jembatan tersebut.

Solusi percepatan pembangunan dan peningkatan kemakmuran rakyat Labuhanbatu, katanya, sudah selayaknya pihak Pemerintah Pusat untuk segera memekarkan Labuhanbatu. ”Tidak ada tawaran lagi, Labuhanbatu mesti dimekarkan. Itu merupakan jalan terakhir percepatan laju pembangunannya,” tandasnya.

Sendi Kehidupan Bermasyarakat Ditingkatkan

Sudarwanto : Wawasan Kebangsaan Pemersatu NKRI

Wawasan kebangsaan pemersatu masyarakat di Negara yang berbhineka tunggal ika. Sehingga, dengan adanya pemahaman wawasan kebangsaan akan mampu mengantisipasi terjadinya pelbagai konflik.

Demikian dikatakan H Sudarwanto, Wakil Bupati Labuhanbatu saat membuka acara Peningkatan Kesadaran Masyarakat Akan Nilai-Nilai Luhur Bangsa Di Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (7/11) yang digelar di Ruang Data dan Karya setdakab Labuhanbatu.

Memang, akunya, konflik agama dan suku tidak ada terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, sehingga, kondisi Labuhanbatu tetap aman, tenang dan damai. Bahkan, aktivitas berbagai kegiatan keagamaan dan suku atau etnis masih berjalan dengan baik dan lancar.

Namun demikian, katanya, masyarakat harus lebih mengenal betul arti dan makna wawasan kebangsaan. ”Dengan wawasan kebangsaan dan bersatunya masyarakat dalam wawasan nusantara, kedepan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) akan lebih mencintai,” ujarnya.

Bermodal hal itu, tegas Sudarwanto, berbagai akar penyebab bakal terjadinya konflik akan dapat diantisipasi. ”Dengan modal satu persepsi dalam wawasan kebangsaan, dampak berbagai konflik yang berpotensi terjadi dapat diantisipasi. Bahkan, langkah-langkah dan formula yang efektif menghindari timbulnya di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga dapat dicari secara bersama,” paparnya.

Sedangkan Kepala kanntor kesatuan bangsa (Kesbang) Labuhanbatu, Hj Ernida Rambe melaporankan, diadakan kegiatan itu merupakan memberikan pembekalan pemahaman wawasan kebangsaan.

”Dengan acara seperti ini, diharap akan semakin menciptakan harmonisasinya tata kehidupan sosial. Memantapkan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan kegotong royongan sebagai sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Dengan mantapnya gelora semangat kebangsaan serta kokohnya tertanam dan tumbuh kembangnya kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur bangsa yang memiliki pemahaman wawasan kebangsaan. Secara pasti, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta cinta tanah air.

Menurut Ernida, kegiatan ini dilaksanakan sehari penuh yang diikuti sebanyak 150 orang peserta, terdiri dari Ustadz/Ustadzah (Muballiq), Pendeta Kristen Protestan, Parhanger/Sintua Kristen Katholik, Pandita Budha dan Biksu serta Pimpinan dan Pengurus LSM se Kabupaten Labuhanbatu. Para Penceramah terdiri dari Linda Ningsih Panjaitan SE MM Kabid Integrasi bangsa dan pengkajian masalah strategis Badan Kesbang Linmas Propinsi Sumatera Utara, Polres Labuhanbatu, Dandim 0209/LB Letkol Inf Azhar Muliyadi dan dari Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

Mencalonan Sebagai Balon Cagubsu Partai Demokrat

Ichyar Hasibuan : Milwan Berani Tantang Resiko

Pencalonan diri sebagai bakal calon cagubsu dari Partai Demokrat Sumut, dinilai hal yang berani. Pasalnya, dengan mendaftarnya HT Milwan ke Partai lain, sudah tentu akan beresiko bagi jabatannya sebagai ketua DPD Golkar Labuhanbatu.

“Majunya Milwan yang notabene Ketua DPD Golkar Labuhanbatu menjadi Balon Gubsu mendatang, saya merasa salut dan menilainya sebagai Sang Penantang yang berani. Karena akan beresiko bagi jabatannya sebagai ketua Golkar,” demikian dikatakan Wakil Ketua Partai Demokrat Sumatera Utara, Ahmad Ichyar Hasibuan, disela-sela resesnya, Senin (5/11), kepada wartawan di Rantauprapat.

Menurut anggota DPRDSU ini, dengan mendaftarnya Milwan menjadi Balon Gubsu diluar Partai Golkar, menjadi penilaian tambah bagi Milwan. Berarti, dengan sikap pemberani itu, diprediksi akan menjadi saingan calon tunggal yang diusung Partai Golkar Sumut. “Golkar sebelumnya sudah menetapkan ketuanya sebagai calon tunggal untuk maju dalam Pilkada nanti,” jelas anggota DPRD Sumut dari Dapem Labuhanbatu itu.

Ditanya kans, Milwan dari Partai Demokrat, Ikhayar tidak memberi kepastian. “Pernyataan ini tidak ada hubungannya dengan mendaftarnya Miwan ke Partai Demokrat. Terlebih lagi, dalam menentukan siapa yang akan dicalonkan Partai. Hal itu sudah ada mekanismenya tersendiri,” tegasnya.

Namun demikian, tegasnya, Kalaupun Milwan nantinya tidak lulus dari Partai Demokrat, pencalonannya sudah menunjukkan sikap seorang pemberani dan demokrasi. “Saya pribadi mendukungnya maju terus karena kami sama-sama putra Labuhan Bilik, Labuhanbatu,” tandasnya mengatasi kondisi Sumut seperti saat ini yang terkesan carut marut, ungkapnya, membutuhkan adanya sosok yang memiliki jiwa pemberani dalam mengambil resiko sebagai bentuk perjuangan, dan hal ini ada pada diri Milwan.

06 November 2007

Dua Gelombang Unjukrasa Petani

Bupati Agar Memperhatikan Nasib Para Petani

Dua gelombang massa melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Labuhanbatu dan ke Mapolres Labuhanbatu.

Gelombang pertama, massa yang mengatasnamakan petani dari desa Menanti, kecamatan Kampung Rakyat, Labuhanbatu yang tergabung dalam Kelompok Tani Bersatu(KTB), Kelompok Tani Tiga Maju(KTTM), Gerakan Pemuda Bersatu(GPB) dan solidaritas Himpunan Tani Nelayan(HTN), Senin(5/11) menyatroni kantor Bupati Labuhanbatu di kawasan jalan SM Raja, Rantauprapat. Seratusan petani yang menggelar aksi damainya di lapangan kantor kepala daerah itu, menggelar berbagai spanduk dan menyampaikan orasinya. Kehadiran demonstran ke sana, meminta pihak pemkab Labuhanbatu agar dapat melakukan mediasi penyelesaian sengketa agraris yang terjadi dengan pihak PT Sipef.
Pada orasinya, petani menyampaikan history permasalahan yang terjadi dengan pihak perusahaan perkebunan milik Perusahaan Modal Asing(PMA) dari Negara Belgia itu.

Suprono, ketua koordinasi lapangan para demonstran di lapangan itu kepada wartawan mengatakan, sengketa tanah dengan pihak perusahaan bermula dari hadirnya perusahaan itu yang notabene dengan Hak Guna Usaha (HGU) yang dikantonginya telah merampas tanah milik masyarakat petani seluas 716 Ha. "Perjuangan petani dilakukan telah menelan waktu yang cukup lama. Khususnya, ditahun 1998, dengan cara menduduki lahan selama 3 hari. Setelah itu, atas prakarsa pihak kepolisian gerakan menduduki lahan tersebut dibubarkan," terangnya.

Selanjutnya, berbagai gerakan perjuangan terus digeber. Hingga, gerakan teranyar, kata Suprono, April 2007 lalu petani melakukan gelar aksi unjukrasa ke kantor legislasi Labuhanbatu, namun, seperti aksi-aksi sebelumnya, penyelesaian masalah belum ditemukan, hanya saja terlahirnya rekomendasi dari pihak DPRD Labuhanbatu. "Rekomendasi itu berisikan desakan kepada pihak Pemkab Labuhanbatu agar melakukan meneliti ulang HGU milik perkebunan PT Sipef. Serta, aktifitas kedua belah pihak yang berseteru agar dihentikan. Tapi kenyataannya, hingga saat ini hal itu belum terealisasi. Petani dalam aksinya juga menagih janji pimpinan daerah itu ketika kampanye ketika jelang Pilkada sebelumnya. "Bupati Labuhanbatu agar merealisasikan janji-janjinya pada kampanye Pilkada lalu. Bupati akan memperhatikan nasib para petani. Bupati akan mensejahterakan masyarakatnya. Buktikan hal itu dengan menyelesaikan sengketa tanah yang dialami petani," terangnya.

Pada pemberitaan sebelumnya disebutkan, Warga yang tergabung di dalam kelompok tani bersatu (KTB) itu, Rabu(12/9), mendatangi kantor Bupati Labuhanbatu, seraya menyampaikan pendapat guna meminta pihak Pemkab Labuhanbatu agar bersedia melakukan penelitian ulang atas dasar-dasar perolehan Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Sipef yang dituding telah merampas lahan perkebunan milik warga setempat. Harapan itu berkaitan dengan sengketa agraris yang telah berlangsung dan terjadi cukup lama.
Bahkan, pertemuan dalam membahas penyelesaian sengketa tanah tersebut, telah pernah dilakaukan sebelumnya dengan berbagai pihak. Termasuk dalam hal ini pihak Komisi A DPRD Labuhanbatu, sebagai fasilitator dan Pemkab Labuhanbatu, PT Sipef dan BPN Labuhanbatu maupun pihak warga Desa Meranti sendiri.

Namun, butir-butir rekomendasi yang dihasilkan dalam pertemuan sebelumnya itu, dinilai para warga yang berunjukrasa belakangan waktu tidak di realisasikan pihak Pemkab Labuhanbatu. Padahal, menjadi harapan mereka pihak eksekutif setempat dapat bersikap tegas dalam menindak lanjuti persengketaan terjadi tidak terealisasi. "Pihak Pemkab Labuhanbatu belum mampu dalam menindaklanjuti hasil rapat komisi A DPRD Labauhanbatu. Buktinya, Pemkab Labuhanbatu belum mengambil langkah-langkah penelitian dan investigasi terpadu guna menyelidiki perolehan HGU PT Sipef yang dalam rapat diamanatkan dan harus dilakukan," terang Suriono, koordinator Lapangan KTB dalam orasinya.

Tak lama melakukan penyampaian pernyataan sikapnya, delegasi warga diterima oleh H Pontas Harahap yang mewakili Karlos Siahaan Asisten II Tata Praja sebagai ketua tim sengketa tanah bentukan pihak Pemkab Labuhanbatu.
Sementara delegasi warga di terima di ruang rapat Pemkab Labuhanbatu, warga yang menggelar orasi di lapangan kantor Bupati Labuhanbatu tak terlihat melakukan aksi yang anarkis, walau mendapat penjagaan ketat dari pihak keamanan.

Usai menerima para delegasi warga, H Pontas Harahap di kamar kerjanya, mengatakan, dalam waktu dekat pihak Pemkab Labuhanbatu akan segera menggelar rapat dalam menyelesaikan persoalan tersebut, seraya akan memanggil masing-masing utusan dari pihak yang berseteru. "Minggu depan kita akan memanggil kedua pihak, baik dari pihak masyarakat maupun utusan dari Perusahaan perkebunan sawit itu sendiri," tegasnya.

Kelompok Tani Mentari
Sedangkan, gelombang kedua, seratusan massa yang yang tergabung di kelompok tani mentari(KTM) petani Dusun Suka jadi, Desa Pengarungan, Torgamba-Labuhanbatu dan solidaritas Himpunan Tani Nelayan(HTN) melakukan aksi damai ke Mapolres Labuhanbatu di jalan HM Tamrin, Rantauprapat.
KTM yang menumpangi beberapa truk melakukan aksi unjukrasanya di Mapolres Labuhanbatu, juga terkait rasa solidaritas terhadap rekannya Baron Cs, yang sedang diperiksa di Mapolres Labuhanbatu.

Pemerikasaan itu diduga akibat laporan dari PT Milano yang menklaim kehilangan Tandanan Buah Sawit (TBS) sebanyak 9 ton.

Walau dikabarkan pemanggilan Baron Cs hanya untuk dimintai keterangannya bedasarkan laporan pihak PT Milano. Namun, massa petani merengsek mendatangi Mapolres, Senin(5/11)

Saat dikonfirmasi wartawan Kapolres Labuhanbatu AKBP Tagam Sinaga melalui Kasat Reskrim AKP Mara Junjung Siregar membenarkan pemanggilan Barion Cs bedasarkan laporan dari Pihak PT Milano yang merasa kehilangan TBS sebanyak 9 ton.

"Benar saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap Barion Cs ketua dari Kelompok Tani Mentari (KTM) bedasarkan laporan pihak PT Milano, dan saat ini Barion Cs belum ditetapkan sebagai tersangka karena masih dalam pemeriksaan dan tidak ditahan" terang Kasat Reskrim.

Disinggung kedatangan ratusan masyarakat dari Desa Cikampak dan kecamatan Torgamba itu yang mengatasnamakan kelompok Tani Menatari (KTM) kepolres Labuhanbatu, Junjung menerangkan "kedatangan mereka hanya sebagai simpatisan dan meminta agar Barion Cs tidak ditahan" jelas Junjung.

RP-APBD Labuhanbatu TA 2007

Nota Jawaban Bupati Labuhanbatu 'Ajang' Saling Memaafkan

Pelaksanaan rancangan peraturan daerah (Ranperda) Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Labuhanbatu TA 2007 laik dipertanyakan. Nota jawaban bupati Labuhanbatu sebagai salahsatu rangkaian pelaksanaannya dalam menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Labuhanbatu akhirnya menyisahkan polemik.

Pasalnya, Ranperda P-APBD yang sejatinya mesti sesuai dengan ketentuan pada pasal 105 ayat(2) dan pasal 172 ayat (4), dimana pembahasan Ranperda berpedoman pada KUA dan PPA, serta mesti sesuai dengan ketentuan pasal 105 ayat(3) Permendagri No13/2006, namun kenyataannya, nota jawaban Bupati, Senin(5/11) di ruang sidang Paripurna DPRD Labuhanbatu yang dibacakan Wakil Bupati Labuhanbatu, H Sudarwanto dalam menanggapi pandangan fraksi-fraksi terkesan masih jauh dari upaya penciptaan pengalokasian dana anggaran keuangan daerah yang efisien dan tepat guna.

Dimana, Bupati dalam menanggapi berbagai pandangan fraksi masih jauh dari kesan memuaskan. Ambil contoh, dalam menjawab pandangan dari fraksi reformasi dan fraksi parti persatuan pembangunan yang mempertanyakan penggunaan dana bernomor rekening 1.01.011615 dan rekening bernomor 1.01.011616 yang mengalokasikan dana pendukung program wajib belajar 9 tahun dan pengadaan pakaian seragam sekolah, menjadi 'ajang' saling maaf memaafkan.

Pasalnya, fraksi yang pada sidang paripurna sebelumnya, sempat mempertanyakan apakah dana sebesar itu dialokasikan untuk pengadaan pakaian seragam untuk semua siswa SD/SMP se-Labuhanbatu. Jika hal itu benar, bagaimana sistem pendistribusiannya, dan apakah dalam jangka waktu 1,5 bulan, hal tersebut dapat terealisasi.

Ironisnya, Bupati Labuhanbatu memberikan jawabannya atas pandangan tersebut dengan mengatakan telah terjadi 'kekeliruan'. Dimana, disebutkannya mengenai belanja dinas pendidikan berupa pengadaan buku dan alat tulis siswa serta pengadaan pakaian seragam sekolah, besaran anggarannya merupakan anggaran yang telah termasuk didalam plafon program wajib belajar 9 tahun, walau penulisannya pada rancangan KUA dan PPAS tidak tercantum. Makanya, setelah dilakukan pembahasan selanjutnya telah diperbaiki dan dicantumkan dalam nota kesepakatan KUA dan PPA P-APBD TA 2007. Disini, Bupati memohon maaf atas terjadinya klarifikasi program pengadaan buku dan alat tulis tersebut serta program penyediaan seragam sekolah bagi sebanyak 24.500 siswa SD dan SMP yang berasal dari keluarga tidak mampu di Labuhanbatu itu.

Menjadi pertanyaannya, mengapa pihak eksekutif dalam hal penyusunannya terkesan terlalu 'ceroboh'. Padahal, jauh hari sebelum mengajukan draft ranperda P-APBD TA 2007 itu, telah melalui proses yang akuntabilitas dari tangan para tenaga-tenaga ahli yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya. Selanjutnya, dengan sisa waktu yang hanya tersedia takkurang dari 45 hari mendatang, apakah program tersebut akan dapat direalisasikan tepat waktu dan sesuai peruntukkannya. Sejatinya, pihak eksekutif untuk APBD tahun buku berjalan selanjutnya agar lebih jeli lagi dalam menyusun program pengalokasian keuangannya, sehingga tidak terjadi pengulangan kesalahan serupa.

Memang, kita tidak boleh berasumsi negatif dengan terjadinya 'insiden' tersebut, sebab, apapun dalihnya, pihak Pemkab Labuhanbatu sebetulnya, dan memang sejatinya tentulah harus memiliki rencana dan perencanaan yang tersusun untuk melakukan perhatian dan pengembangan sektor dunia pendidikan di Labuhanbatu.

Hal itu terlihat nyata dengan program yang akan dicanangkan HT Milwan, bupati Labuhanbatu. Dalam statmennya yang dilansir beberapa media massa sebelumnya, Milwan menyatakan siap akan mensukseskan pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun di Labuhanbatu. Nait baik yang datang dari lubuk hati Milwan ini sewajarnya disambut baik semua pihak, bagaimana tidak, Pemerintah Pusat yang notabene hanya memiliki program pensuksesan wajib belajar di Indonesia hanya mampu mengalokasikan dana untuk 9 tahun, yakni setara Sekolah Dasar(SD) hingga jenjang pendidikan Sekolah Lanjutan tingkat Pertama atau setara SMP. Tapi, Labuhanbatu yang memang memiliki Sumber Daya Alam yang takkurang untuk mensejahterakan masyarakatnya, mengapa tidak mampu hanya sekedar mereaisasikan program Labuhanbatu Cerdas 2010.

Akankah pencapaian program tersebut telah mendapat dukungan dari pelbagai sektor di daerah yang memiliki motto Ika bina en Pabolo ini? Pasalnya, pada ranperda P-APBD Labuhanbatu TA2007, disektor pendidikan, pada rekening bernomor 1.01.010205 tepatnya di pos pengadaan kendaraan dinas/ operasional di Dinas Pendidikan Labuhanbatu, dialokasikan dana sebesar
Rp1.345.090.500, setelah mengalami pertambahan senilai Rp425 juta.

Ekses dari besaran jumlah tersebut, tak ayal, mengundang tanya dan polemik dari masyarakat, khususnya pihak legislasi disana tentang peruntukkannya. Maka, Fraksi Reformasi yang merupakan salahsatu dari fraksi mengajukan pandangannya dengan nyata dan tegas mengharapkan adanya penjelasan dari pihak eksekutif. Pasalnya, menurut pandangan mereka, kenaikan untuk pengadaan kendaran dinas tersebut yang mencapai hampir 50 persen, menjadi masalah. Sebab, argumen mereka, ketika kenaikan untuk pengadaan mobil dinas ini jauh melebihi anggaran untuk pembangunan gedung sekolah yang tercantum pada nomor rekening 1.01.011601 pada RP-APBD TA 2007, yang hanya mengalami kenaikan Rp60 juta.

Dengan adanya kenaikan anggaran itu, mereka menilai layak untuk mempertanyakan pengunaannya, terlebih lagi untuk membeli kendaraan dengan klasifikasi apa, berapa unit jumlahnya, dan mempertanyakan, kondisi kendaraan dinas/operasional yang telah ada di dinas pendidikan sebelumnya. Selanjutnya, pedinilaian mereka, apakah pengadaan kendaraan dinas itu jauh lebih tinggi daripada pembangunan gedung sekolah. Mengingat statemen bupati yang telah dilansir beberapa media massa, bahwa di Labuhanbatu akan diterapkan sistem pendidikan wajib belajar 12 tahun, bukan hanya 9 tahun sebagaimana yang diprogramkan pemerintah pusat? Sehingga, dipertanyakan tentang korelasi statmen tersebut dengan pengadaan kendaraan dinas pendidikan.

Ternyata, Bupati Labuhanbatu tetap berkutat untuk merealisasikan pengadaan mobil operasional di dinas pendidikan itu. Buktinya, mengenai anggaran pengadaan kenderaandinas/operasional itu dikatakan akan dialokasikan untuk menambah kekurangan pengadaan kenderaan dinas roda 2 bagi pengawas sekolah dan pertambahan anggaran pada RP-APBD TA 2007 merupakan alokasi dana untuk pengadaan kenderaan dinas roda 4 sebanyak 2 unit, guna mendukung operasional pelaksanaan tugas dinas pendidikan yang mempunyai jangkauan luas dan volume yang cukup besar.

Bahkan, H Jamaren, Kepala Dinas Pendidikan Labuhanbatu, Selasa(6/11) seusai menghadiri acara sidang persiapan pembentukan panitia anggaran, mengatakan, program pengadaan mobil dinas memang telah ideal untuk direalisasikan.

Alasannya, ujar Jamaren, didasari upaya pengefektifan tugas-tugas di lapangan, terlebih lagi mobil dinas yang ada sebelumnya, belum dikembalikan oleh kepala dinas terdahulu yang kini menjabat sebagai kepala dinas kependudukan, keluarga berencana dan catatan sipil. "Pengadaan mobil dinas di diknas sebanyak 2 unit. Diperuntukkan kepada kepala dinas dan salahsatu subdis. Dengan adanya mobil tersebut, mobilitas kinerja kadis dan subdis di dinas pendidikan akan lebih tinggi. Sebab, mobil dinas yang ada sebelumnya, masih belum dikealikan oleh kadis terdahulu," ungkap Jamaren.

Semoga saja, dengan terealisasinya pengadaan mobil di dinas pendidikan Labuhanbatu itu, setidaknya kepala dinas pendidikan tersebut akan mampu melakukan pengawasan, perhatian dan pembenahan di dunia pendidikan di Labuhanbatu. Terlebih lagi, dengan ketersediaannya, akan mempermudah kadis melakukan kunjungan-kunjungan ke berbagai sekolah di pelosok-pelosok desa se-Labuhanbatu yang jauh dari akses informasi dan mungkin masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana pendukung sektor pendidikan disana.

Terlepas dari kian meningkatnya belanja daerah yang lebih tinggi dibandingkan pertambahan pendapatan menyebabkan APBD 2007 Labuhanbatu defisit Rp 73,721 miliar. Dimana disebutkan, pendapatan dan belanja daerah 2007 yang direncanakan dalam RP-APBD 2007 sebesar Rp 744,072 miliar, meningkat 4,43% dari pendapatan semula atau mencapai Rp 31,585 miliar.

Diklabarkan, pertambahan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah yang direncanakan Rp 902,813 juta yang bersumber dari retribusi daerah Rp 302,813 juta dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 600 juta.

Sedangkan pertambahan pendapatan dari pemerintah pusat berasal dari bagi hasil pajak/bukan pajak di sektor bagi hasil pajak BPHTB, direncanakan sebesar Rp 26,153 miliar. Sedangkan, pertambahan dari pendapatan lainnya yang sah yaitu bantuan keuangan pemerintah propinsi sebagaimana telah ditetapkan dalam APBD Sumut bertambah menjadi Rp 4,529 miliar.

Dalam RP-APBD 2007, direncanakan pertambahan Rp 79,476 miliar atau meningkat 10,76% menjadi Rp 817,793 miliar. Akibat pertambahan belanja lebih besar dari pertambahan pendapatan telah menyebabkan defisit anggaran bertambah Rp 47,891 miliar menjadi Rp 73,721 miliar.

Pertambahannya meliputi, pertambahan belanja tidak langsung dari rencana sebesar Rp11,866 miliar menjadi Rp 398,048 miliar yang terdiri dari belanja pegawai menjadi Rp7,973 miliar untuk pertambahan gaji PNS, kenaikan tunjangan struktural dan fungsional serta tunjangan beras PNS.

Sedangkan belanja hibah, diperuntukkan bagi KPUD Labuhanbatu dalam rangka persiapan dan pelaksanaan Pilgubsu 2008, sebesar Rp1,843 miliar. Kemudian, belanja bantuan sosial bertambah Rp1,06 miliar mencakup bantuan kepada organisasi kemasyarakatan dan pendidikan.

Selamat daerahku, di usiamu yang telah ke-62 tahun, semoga menjadi daerah yang benar-benar mampu membina yang dekat dan memperbaiki yang jauh, sebab, hasil dari bumi yang kau keluarkan, setiap orang sejatinya percaya akan mampu memberi pencerahan dan perubahan bagi kemakmuran rakyat. Seandainya setiap pengelolaan penerimaan daerah dan belanja daerah menganut dan lebih memihak kepada kepentingan masyarakat, terlebih lagi kepada rakyat…

Dirgahayu….. Labuhanbatu….

05 November 2007

Temuan BPK RI di Kimprasda

LBMI : Tidak Direspon, Akan Surati KPK

Karena dinilai belum ada respon Kimprasda untuk melakukan audiensi, Lembaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI), kembali, layangkan surat kedua. Pasalnya, lembaga tersebut mengklaim adanya temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI yang mensinyalir terjadi penggunaan dana APBD Labuhanbatu TA 2006 lalu, di instansi itu kurang sesuai dengan mekanisme peraturan yang ada.
"Surat kedua ini, untuk menindaklanjuti surat kami terdahulu Nomor : 003/Eks/X/07 tanggal 26 Oktober 2007, perihal permohonan audiensi. Dengan ini kami susulkan kembali permohonan kedua," terang Yos Batubara, Direktur Eksekutif Lembaga Bina Masyarakat Indonesia (LBMI), dalam siaran persnya, Senin(5/11) di Rantauprapat.
Katanya, audiensi itu sebagai wujud peran serta masyarakat seperti yang tertulis pada Pasal 8 UU No 28/1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme sebagai Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. "Masyarakat memiliki peran serta dalam penyelenggaraan negara yang merupakan hak dan tanggung jawabnya untuk ikut mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih. Makanya, kami dari LBMI dengan salah satu program / isu kegiatannya antara lain melakukan Penelitian / Kajian Terhadap Isu Sosial Masyarakat ingin meminta langsung pendapat Kepala dinas Kimprasda Labuhanbatu tentang kebenaran sinyalemen tersebut," ujarnya.
Namun, bila pihak instansi tersebut pada permohonan kedua dari LBMI juga tidak diindahkan dan tidak ditanggapi. Maka, katanya, dugaan-dugaan yang berkembang ditengah-tengah masyarakat tentang temuan BPK RI itu adalah benar. Dan, pihak yudikatif disarankan untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan.
"Pelaksanaan kontrol sosial di Labuhanbatu dilakukan guna memperoleh informasi yang objektif, tentang maraknya isu yang beredar di masyarakat, terkait temuan dan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Pemberitaan sebelumnya, audiensi LBMI ke instansi itu direncana, Jum'at, 02 Oktober 2007 lalu. Disebutkan, pada temuan-temuan hasil pemeriksaan BPK, adanya pelaksanaan kontrak yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sehingga, kondisi tersebut tidak sesuai pada Permendagri Nomor 2 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Pasal 19 ayat (14) yang menyatakan bahwa jumlah pembayaran kepada rekanan dilakukan sesuai dengan pelaksanaan pekerjaan dan tidak dibenarkan melebihi prestasi pekerjaan yang diselesaikan/jumlah barang yang diserahkan.
Katanya lagi, sembari mengutip temuan BPK, Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Pasal 5 huruf (f) antara lain menyatakan bahwa pengguna barang/jasa, penyedia barang/jasa dan para pihak yang terkait dalam pelaksanaan pengadaan barang/jasa harus mematuhi etika, menghindari dan mencegah terjadinya pemborosan dan kebocoran uang Negara dalam pengadaan barang/jasa.
Memang, pada temuan BPK itu, Kadis Kimprasda menyatakan benar dan akan segera menagih kelebihan pembayaran dan mengurangi pembayaran nilai kontrak kepada masing-masing rekanan bersangkutan.
Temuan BPK lainnya, terkait hasil pelaksanaan pekerjaan Lataston pada Dinas Kimprasda yang Mengalami Kerusakan. Untuk hal ini, Kadis Kimprasda juga, menyatakan bahwa kerusakan pada kedua ruas jalan terjadi karena kenderaan yang melintasi pada umumnya mengangkut muatan yang melebihi tonase yang ditetapkan untuk jalan kabupaten. Akan tetapi atas kerusakan tersebut akan diupayakan meminta rekanan untuk memperbaikinya kembali.
Selanjutnya, masih temuan BPK, mengenai penetapan Standar Barang dan Harga Standar Tertinggi bahan konstruksi PemKab Labuhanbatu TA 2005 dan 2006 Tidak Cermat Kondisi tersebut tidak sesuai dengan, Lampiran I Keppres No. 80 Tahun 2003 tanggal 3 Nopember 2003 huruf E angka 2 (a) dan (b) yang menyatakan bahwa HPS telah memperhitungkan PPN, biaya umum dan keuntungan (overhead cost and profit) yang wajar bagi penyedia barang/jasa. "Padahal, seharusnya Standar Barang dan Harga Standar Tertinggi Pemkab Labuhanbatu TA 2005 dan 2006 yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati dapat memberi kepastian tentang pengenaan pajak untuk setiap harga satuan yang disajikan",urainya. Kondisi tersebut, papar Yos, mengakibatkan Standar Barang dan Standar Harga Tertingi untuk Bahan Konstruksi yang sudah ditetapkan dengan SK Kepala Daerah tidak dapat dijadikan acuan untuk penyusunan harga dalam kontrak.

Tahun 2007, Target Pelayanan Prima Bank Sumut

Target pencapaian PT Bank Sumut di tahun buku 2007 ini, berupaya untuk merealisasikan pelayanan prima kepada para masyarakat sebagai nasabahnya.
Pencapaian pelayanan prima perbankan konvensional tersebut, salahsatunya diwujudkan dengan terus menyediakan berbagai sarana prasarana pendungkung. Seperti, ketersediaan beberapa kantor cabang pembantu, beberapa mesin anjungan tunai mandiri(ATM), pelayanan setoran ongkos naik haji(ONH), payment point, maupun office chaneling. Khusus di daerah kantor cabang Rantauprapat, bank yang juga telah memiliki perbankan syariah itu, telah mampu mendirikan beberapa KCP di beberapa kecamatan, misalnya, KCP Aek nabara dan Negeri Lama, Aek Kanopan dan Kotapinang.
Demikian dikatakan Julius Syah, pimpinan canbang PT Bank Sumut Rantuprapat, Senin(5/11), dalam siaran pers serangkaian acara HUT ke-46 Bank Sumut itu, di kawasan jalan Cut Nyak Dien, Rantauprapat. "Bank Sumut diusianya yang ke-46, telah membuka jaringn pelayanan yang lebih luas, termasuk dalam menyediakan sarana dan prasarana pendukung perbankan. Termasuk dalam hal mendirikan kantor-kantor cabang pembantu di beberapa kecamatan. Hal itu merupakan wujud pensuksesan tahun 2007 itu yang dicanangkan sebagai tahun pelayanan prima Bank Sumut," ujar Julius.
\u003c/b\>\u003c/p\>\n\u003cp style\u003d\"margin:0cm 0cm 0pt;text-indent:36pt\"\>\u003cb\>\u003cspan lang\u003d\"FI\" style\u003d\"font-family:Tahoma\"\>Katanya lagi, Bank Sumut sebagai \u003ci\>\npartner \u003c/i\>\u003cspan\> \u003c/span\>Pemerintah daerah memiliki peranserta dalam penyaluran berbagai program guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sebagai mediasi pemenuhan kebutuhan masyarakat Labuhanbatu atas fasilitas perbankan.\n\u003c/span\>\u003c/b\>\u003c/p\>\n\u003cp style\u003d\"margin:0cm 0cm 0pt;text-indent:36pt\"\>\u003cb\>\u003cspan lang\u003d\"FI\" style\u003d\"font-family:Tahoma\"\>Rangkaian acara hari jadi Bank Sumut untuk Labuhanbatu itu, paparnya, juga diwarnai dengan berbagai kegiatan bakti sosial, seperti, pemberian bantuan ke Panti Asuhan, halalbihalal, melakukan acara gerak jalan santai yang diikuti keluarga besar PT Bank Sumut\n\u003c/span\>\u003c/b\>\u003c/p\>\n\u003cp style\u003d\"margin:0cm 0cm 0pt;text-indent:36pt\"\>\u003cb\>\u003cspan lang\u003d\"FI\" style\u003d\"font-family:Tahoma\"\>Sementara itu, salah seorang warga masyarakat Rantauprapat, Yos Batubara mengharapkan kepada pihak perbankan tersebut untuk lebih peduli kepada masyarakat Labuhanbatu, khususnya para pelaku usaha kecil menengah yang membutuhkan modal pengembangan usaha di berbagi sektor, sembari tidak mengesampingkan prinsip perbankan yang mengkedepankan manajemen kehati-hatiannya. "Era sekarang, pihak perbankan sejatinya telah memperhatikan pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah di berbagai sektor. Khususnya di Labuhanbatu terdapat berbagai usaha seperti itu yang kini tengah dilanda permodalan dalam pengembangan usaha. Kita sudah saatnya memberikan kemudahan permodalan dalam pengembangan usaha rakyat," harapnya. \n\u003c/span\>\u003c/b\>\u003c/p\>\n\u003cp style\u003d\"margin:0cm 0cm 0pt;text-indent:36pt\"\>\u003cb\>\u003cspan lang\u003d\"FI\" style\u003d\"font-family:Tahoma\"\>\u003cspan\> \u003c/span\>\u003c/span\>\n\u003c/b\>\u003c/p\>\n\u003cp style\u003d\"margin:0cm 0cm 0pt;text-indent:36pt;text-align:justify\"\>\u003cspan lang\u003d\"EN-US\"\>\u003cfont face\u003d\"Times New Roman\"\>Rantauprapat, 5 Oktober 2007.\u003c/font\>\u003c/span\>\u003c/p\>\n\u003cp style\u003d\"margin:0cm 0cm 0pt;text-indent:36pt;text-align:justify\"\>\u003cspan lang\u003d\"EN-US\"\>\u003cfont face\u003d\"Times New Roman\"\>Pengirim berita\u003c/font\>\u003c/span\>\u003c/p\>",1]
);
//-->

Katanya lagi, Bank Sumut sebagai partner Pemerintah daerah memiliki peranserta dalam penyaluran berbagai program guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sebagai mediasi pemenuhan kebutuhan masyarakat Labuhanbatu atas fasilitas perbankan.
Rangkaian acara hari jadi Bank Sumut untuk Labuhanbatu itu, paparnya, juga diwarnai dengan berbagai kegiatan bakti sosial, seperti, pemberian bantuan ke Panti Asuhan, halalbihalal, melakukan acara gerak jalan santai yang diikuti keluarga besar PT Bank Sumut
Sementara itu, salah seorang warga masyarakat Rantauprapat, Yos Batubara mengharapkan kepada pihak perbankan tersebut untuk lebih peduli kepada masyarakat Labuhanbatu, khususnya para pelaku usaha kecil menengah yang membutuhkan modal pengembangan usaha di berbagi sektor, sembari tidak mengesampingkan prinsip perbankan yang mengkedepankan manajemen kehati-hatiannya. "Era sekarang, pihak perbankan sejatinya telah memperhatikan pengembangan usaha-usaha kecil dan menengah di berbagai sektor. Khususnya di Labuhanbatu terdapat berbagai usaha seperti itu yang kini tengah dilanda permodalan dalam pengembangan usaha. Kita sudah saatnya memberikan kemudahan permodalan dalam pengembangan usaha rakyat," harapnya.

03 November 2007

Bengkel Jurnalistik

SEKILAS TENTANG JURNALISTIK

Oleh: O. Solihin


Menurut Webster Dictionary, journalism (jurnalisme) adalah kegiatan mengumpulkan berita atau memproduksi sebuah surat kabar. Dengan kata lain, jurnalisme adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang wartawan, sedangkan jurnalistik merupakan kata sifat (ajektif) dari jurnalisme.
Dalam kamus lain, mengartikan jurnalistik sebagai “hal yang menyangkut kewartawanan”. Dalam penggunaan sehari-hari orang sering menggunakan kedua istilah ini (jurnalisme dan jurnalistik) untuk satu pengertian, yakni “kegiatan untuk menyiapkan, mengedit, dan menulis untuk surat kabar atau media lainnya (cetak maupun elektronik).
Untuk lebih tegasnya, jurnalistik adalah, proses kegiatan meliput, memuat, dan menyebarluaskan peristiwa yang bernilai berita (news) dan pandangan (views) kepada khalayak melalui saluran media massa (cetak dan elektronik) (Asep Syamsul M Romli: Jurnalistik Praktis)
Berita
Dalam jurnalistik, begitu banyak pengertian berita. Masing-masing orang memberikan definisi berita berdasarkan sudut pandang sendiri-sendiri dalam merumuskannya. Dalam buku Reporting, Mitchell V. Charnley menuliskan beberapa definisi berita:
“Berita adalah segala sesuatu yang terkait waktu dan menarik perhatian banyak orang dan berita terbaik adalah hal-hal yang paling menarik yang menarik sebanyak mungkin orang (untuk membacanya).” Ini definisi menurut Willard Grosvenor Bleyer.
Menurut Chilton R. Bush, berita adalah informasi yang “merangsang”, dengan informasi itu orang biasa dapat merasa puas dan bergairah. Sementara Charnley sendiri menyebutkan bahwa berita adalah laporan tentang fakta atau pendapat orang yang terikat oleh waktu, yang menarik dan/atau penting bagi sejumlah orang tertentu.
Nah, dari sekian definisi atau batasan tentang berita itu, pada prinsipnya ada beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dari definisi tersebut. Yakni:

Laporan

Kejadian/peristiwa/pendapat yang menarik dan penting
Disajikan secepat mungkin (terikat oleh waktu)
Dalam jurnalistik juga dikenal jenis berita menurut penyajiannya. Pertama, Straight News (sering juga disebut hard news), yakni laporan kejadian-kejadian terbaru yang mengandung unsur penting dan menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Straight news harus ringkas, singkat dalam pelaporannya, namun tetap nggak mengabaikan kelengkapan data dan obyektivitas.

Kedua, Soft News (sering disebut juga feature), yakni berita-berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk kisah-ksiah jenaka, lust (menyangkut nafsu birahi manusia), keanehan (oddity).
Menulis berita
Oya, ada satu hal lagi tentang berita, selain kita harus memenuhi kaidah 5W+H (What, Who, Where, When, Why plus How), yakni menuliskan hasil laporan atau pengamatan terhadap peristiwa atau pendapat yang menarik itu. Intinya, adalah menuliskan berita itu ke dalam artikel yang menaik. Nah, supaya tulisan beritamu oke punya. Paling nggak kamu kudu mengetahui beberapa hal, di antaranya:

Informasi.
Yup, informasi, bukan bahasa. Informasi adalah batu-bata penyusun berita yang yang efektif. Tanpa informasi, walah jangan harap kamu bisa menulis berita itu dengan baik. Jangankan nggak punya informasi, informasinya nggak lengkap saja bakalan kewalahan bikin beritanya. Pokoknya, ada yang ganjal saja, karena tulisan jadi kurang menggigit.
Siginifikansi. Maksudnya, berita kudu memiliki informasi penting; yakni memberi dampak pada pembaca. Misalnya aja, penulisnya mengingatkan pembaca kepada sesuatu yang mengancam kehidupan mereka.

Fokus.
Betul, kegagalan seorang penulis berita adalah ketika menyampaikan berita secara sporadis, alias semrawut. Nggak fokus. Berita yang sukses dan oke biasnya justru pendek, terbatasi secara tegas dan sangat fokus. “Less is more,” kata Hemingway.
Konteks. Tulisan yang efektif mampu meletakkan informasi pada perspektif yang tepat sehingga pembaca tahu dari mana kisah berawal dan ke mana mengalir, serta seberapa jauh dampaknya.

Wajah.
Jurnalisme itu menyajikan gagasan dan peristiwa; tren sosial, penemuan ilmiah, opini hukum, perkembangan ekonomi, krisis internasional, tragedi kemanusiaan, dinamika agama, dsb. Tulisan yang disajikan itu berupaya mengenalkan pembaca kepada orang-orang yang menciptakan gagasan dan menggerakkan peristiwa. Atau menghadirkan orang-orang yang terpengaruh oleh gagasan dan peristiwa itu.
Lokasi/Tempat. Sobat muda, pembaca menyukai banget “sense of place”. Kamu bisa membuat tulisan jadi lebih hidup jika menyusupkan “sense of place”. Bener lho. Misalnya aja kamu gambarkan tentang suasana jalannya pertandingan sepakbola yang menegangkan saat kedua klub itu bermain hidup-mati untuk mengejar gelar juara atau menghindari jurang degdradasi. Seru deh.

Suara.
Tulisan akan mudah diingat jika mampu menciptakan ilusi bahwa seorang penulis tengah bertutur kepada seorang pembacanya. Jadi, gunakan kalimat aktif. Bila perlu berbau percakapan.

Anekdot dan Kutipan.
Anekdot adalah sebuah kepingan kisah singkat antara satu hingga lima alinea—“cerita dalam cerita”. Anekdot umumnya menggunakan seluruh teknik dasar penulisan fiksi; narasi, karakterisasi, dialog, suasana. Semua itu dibuat dengan tujuan untuk mengajak pembaca melihat cerita dalam detil visual yang kuat. Kata orang-orang sih, anekdot sering dianggap sebagai ‘permata’ dalam cerita.

Nilai berita
Nilai berita adalah seperangkat kriteria untuk menilai apakah sebuah kejadian cukup penting untuk diliput. Ada sejumlah faktor yang membuat sebuah kejadian memiliki nilai berita. 7 di antaranya adalah:
Kedekatan (proximity). Ada dua hal tentang kedekatan. Pertama dekat secara fisik dan kedua, kedekatan secara emosional. Orang cenderung tertarik bila membaca berita yang peristiwa atau kejadiannya dekat dengan wilayahnya dan juga perasaan emosional berdasarkan ikatan tertentu.

Ketenaran (prominence).
Orang terkenal memang sering menjadi berita. Seperti kata ungkapan Barat, Name makes news. Bintang film, sinetron, penyanyi, politisi ternama seringkali muncul di koran dan juga televisi.

Aktualitas (timeliness).
Berita, khususnya straight news, haruslah berupa laporan kejadian yang baru-baru ini terjadi atau peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan.
Dampak (impact). Sebuah kejadian yang memiliki dampak pada masyarakat luas memiliki nilai berita yang tinggi. Semakin besar dampak tersebut bagi masyarakat, semakin tinggi pula nilai beritanya.

Keluarbiasaan (magnitude).
Sebenarnya hampir sama dengan dampak, namun magnitude di sini menyangkut sejumlah orang besar, prestasi besar, kehancuran yang besar, kemenangan besar, dan segala sesuatu yang besar.

Konflik (conflict).
Berita tentang adanya bentrokan, baik secara fisik maupun nonfisik, selalu menarik. Misalnya bentrokan antar manusia, manusia dengan binatang, antar kelompok, bangsa, etnik, agama, kepercayaan, perang dsb.

Keanehan (oddity).
Sesuatu yang tidak lazim (unusual) mengundang perhatian orang di sekitarnya. Orang yang berdandan esktrentrik, orang yang bergaya hidup nggak umum, memiliki ukuran fisik yang beda denga yang lain pada umumnya, dsb cenderung jadi berita yang bernilai tinggi.

Daya tarik berita (News interest).
Beberapa topik yang mengandung daya tarik berita di antaranya adalah: self-interest,
uang, seks, perjuangan, pahwalan dan keterkenalan, suspence (mencekam), human interest, kejadian (perayaan) dengan lingkup besar, kontes, penemuan baru, hal yang tidak biasa, kejahatan, dsb.

Sumber informasi untuk bahan berita
Ada beberapa sumber perolehan berita:
Staf surat kabar, yaitu personal yang bekerja pada redaktur surat kabar tertentu, berkantor di redkasi surat kabar tersebut.
Koresponden, yaitu wartawan yang bekerja untuk media atau kantor berita tertentu dan tidak berkantor di kantor redaksi.
Kantor berita (news agencies), yakni lembaga yang khusus berita-berita dalam dan luar negeri serta beraneka jenisnya untuk kemudian dijual ke berbagai media massa.
Features Syndicates, yaitu lembaga yang khusus “menjual” kepada penerbit.
Kalangan publisitas, yaitu orang-orang atau kelompok yang bekerja mempopulerkan orang-orang atau peristiwa.
Volunteer staff, yaitu orang-orang awam atau bukan kalangan pers yang akan memberi informasi berharga tentang gejala dan kejadian yang bisa diangkat sebagai berita.
Syarat sumber berita
Sebuah tulisan jurnalistik haruslah bersumber dari fakta, bukan opini atau asumsi si reporter. Itu sebabnya, harus ada sumber berita yang jelas dan dapat dipercaya. Ada beberapa syarat sumber berita:
Layak dipercaya, meski kelihatan mudah, tapi wartawan yang belum berpengalaman akan kejeblos mewawancarai sumber yang diragukan kebenaran omongannya. Jadi kudu jeli dan kritis ketika mengamati peristiwa atau kejadian dan siapa saja yang terlibat di dalamnya.
Berwenang, artinya orang yang punya kekuasaan dan tanggung jawab terhadap masalah yang sedang kita garap. Kenapa ini penting? Pertama, agar tercapai keseimbangan penulisan berita yang balance (seimbang) dan both-sided coverage (liputan yang menyajikan keterangan dua pihak yang bertolak-belakang sehingga fair atau adil). Kedua, agar tulisan atau laporan bisa aman.
Kompeten, artinya sumber berita tersebut layak untuk dimintai keterangannya.
Orang yang berkaitan langsung dengan peristiwa, yaitu sumber berita yang memiliki hubungan, terpengaruh atau mempengaruhi peristiwa tersebut.
Demikian sekilas tentang dasar-dasar jurnalistik, khususnya yang berkaitan dengan sebuah pemberitaan. Masih banyak unsur lainnya dalam jurnalistik seperti manajemen media massa, jenis-jenis tulisan di media massa, termasuk tentang kode etik jurnalistik. Bisa dibahas pada kesempatan lain, atau bisa juga mencari informasi sendiri. Semoga saja ilmu yang meski masih sedikit ini menjadi tambahan wawasan. Tapi intinya, jangan pernah merasa puas mendapatkan sedikit ilmu. Terus belajar, belajar, dan belajar. Tetep semangat![]



Menulis Ilmiah Populer di Media Massa

Sebuah catatan pengalaman

Yanuar Nugroho

http://ynugroho.multiply.com

http://audentis.wordpress.comr

Tulisan ilmiah populer -1
1.Apa yang mau ditulis? Jangan menulis klise.
2.Tulisan ilmiah populer bersifat analitis. Bukan deskriptif.
3.Sampaikan satu hal dalam satu tulisan. Bukan dua.
Apalagi tiga.
4.Yang ideal: hal baru, gagasan baru, teori baru,
perspektif baru …Tapi yang ideal biasanya sulit dijangkau.
5.Kata kunci: perspektifbaru, bukan usang. Teori, gagasan,
kejadian, …bisa lama, tetapi perspektifnya harusbaru.
Tulisan ilmiah populer -2
6.Karena itu, sampaikan hal yang penting, yang signifikan.
Isi, bukan kulit. Gagasan, bukan cara. Kecuali bicara soal cara atau kulit itu sendiri.
7.Beri ‘hook’–kaitan dengan aktualita. Aktual tidak samadengan genting. Untuk memberi perspektif ilmiah atas yang genting/mendesak, media biasanya sudah punya “stok”orang. Ini bukan jatah pemula/penulis yang belum ‘dikenal’oleh media.
8.Apa relevansitulisan dengan konteks sosial, ekonomi,
budaya, agama, teknologi, ideologi, dll.?
Tulisan ilmiah populer -3
9.Sampaikan hal yang logis. Beri data akurat dan tunjukkan alurberpikir.
Ini yang membedakan tulisan ‘sampah’atau bukan.
Dimeja redaksi, selain folder“muat-revisi”, ada duafolderlain: “sampah-buang”dan “kembalikan-
komentar”.
Sekali masuk ke tong ‘sampah’, sulit bisa mendapat kepercayaan lagi. Jangan menulis sampah. Jika tak yakin, lebih baik tak usah menulis. Atau kirim ke mediayang‘lebih longgar’(sic!)
10.Jangan men-SPAM. Tapi me-‘recycle’OK
Memahami media
11.Media yang baik memberi komentar dan indikasi penerimaan (belum tentu pemuatan) artikel yangdikirim. Jikadalam satu bulan tak adaindikasi/kabar, lupakan. Kirim ke media lain.
Jika menerima komentar:
Artikel anda menarik, namun kami kesulitan tempat memuat kesulitan–artinya tidak menarik
Artikel anda menarik, namun (penulisannya) terlalu berat (ilmiah) –
artinya tidak menarik
Artikel anda menarik, namun tidak aktual–artinya tidak menarik
Artikel anda menarik, namun tidak relevan –artinya tidak menarik
Artikel anda menarik, namun tidak cukup dielaborasi –artinya tidak menarik
Redaksi media bukan reviewer jurnal. Mereka tidakakan mengirimkan komentar dengan harapan penulis memperbaiki sebagian (signifikan) tulisan.
Redaksi ingin artikel yang ‘tigaperempat matang’. Dalam banyak hal, redaksi akan mengedit sendiri dan tidak meminta penulis memperbaiki. Jadi, memang sudahharus menarik sejak awal.
Menulis …?
12.Tulis dengan ringan. Ringan tidak sama dengan dangkal.
13.Tulis dengan mengalir.
14.Gaya bahasa. Seni pikatan.
15.Gaya bertutur. Seni berargumen
16.‘Parole’–‘langue’
17.Bahasa Indonesia –umumnya 1200-1500 kata. EYD
18.Bahasa Inggris –umumnya 800-1000 kata. “s”–“z”–
“of”–perhatikan selera media: British –American?
19.Jangan menulis tulisan bersambung sebelum tujuh (atau tujuh belas, atau dua puluh tujuh) tulisan dimuat secara berturut-turut dimedia yang sama
Menulis …??
20.Baca dan perbaiki. Baca dan perbaiki sekali lagi.
21.Minta orang lain membaca. Sekali. Tanya apa yang dia pahami dan apa kesannya.
22.Revisi minmal dua kali lagi.
23.Kawan = peerpenulisan
Menulis …???
24.Cakupan media: lokal –nasional –
internasional?
25.‘Ideologi’media: generalis –sektarian?
(Pertimbangkan: ‘kapitalis’–‘sosialis’,
‘nasionalis’–‘agamis’)
26.‘Cara berpikir’media: mainstream –alternatif?
27.‘Kedalaman’media: fundamental –superfisial?
28.Jenis media: Koran –majalah –tabloid –
bulletin?
29.Jenis publikasi: online –cetak?
30.Kolom: opini –review –feature?
Media baru (!)
31.New media: internet based –open publishing
32.Wikimu, kabarindonesia, okezone, dll.
33.Blog
Diskusi –Mencoba menulis …
Kesulitan untuk mulai menulis?
Kesulitan ketika menulis?
Kesulitan untuk mengakhiri tulisan?
Kesulitan menjaga ukuran tulisan?
***








Media Massa

Oleh Asyari Usman

Pendahuluan
Tak terbayangkan kehidupan di dunia ini tanpa sarana penyiaran berita, tanpa pelapor berita, tanpa wartawan, tanpa suratkabar, tanpa jurufoto, tanpa televisi, tanpa jurukamera, tanpa radio, dan sekarang tanpa internet. Singkatnya, tanpa keberadaan komunikasi massa, yang lebih popular dengan istilah ‘media massa’.
Bayangkan seandainya serbuan Amerika terhadap Irak, di tengah ketiadaan media massa, baru diketahui dua minggu atau sebulan kemudian dari cerita mulut ke mulut. Barangkali reaksi masyarakat internasional tidak akan sekeras yang kita lihat tempohari. Namun, karena ekseistensi media massa plus perkembangan teknologi komunikasi-informasi yang begitu pesat, hampir semua peristiwa di mana pun di dunia ini bisa tersebar luas beritanya dalam hitungan menit, kalau tidak detik.
Apa itu Media Massa
Dari segi etimologis, ‘media massa’ adalah ‘komunikasi massa’ –komunikasi massa adalah sebutan yang lumrah di kalangan akademis untuk studi ‘media massa’.
Dari segi makna, ‘media massa’ adalah alat/sarana untuk menyebar-luaskan berita, analisis, opini, komentar, materi pendidikan dan hiburan.
Peranan Media Massa
Salah satu peranan media adalah mempengaruhi sikap dan perilaku orang/public. McDevitt (1996: 270) mengatakan, “Media cukup efektif dalam membangun kesadaran warga mengenai suatu masalah (isu).” Lindsey (1994: 163) berpendapat, “Media memiliki peran sentral dalam menyaring informasi dan membentuk opini masyarakata.” Sedangkan para pemikir sosial seperti Louis Wirth dan Talcott Parsons menekankan pentingnya media massa sebagai alat kontrol sosial.
Ketika menyerbu Irak pada bulan Maret 2003, salah satu unit penting yang disiapkan oleh militer Amerika Serikat adalah ‘media centre’ yang berada satu atap dengan Command and Control Centre di Qatar. Dari media centre ini, militer Amerika secara berkala memberika penjelasan tentang operasi mereka. Pemerintah Bush sadar betul bahwa unit ini, dalam banyak hal, akan membantu posisi politik mereka –baik di dalam negeri, maupun di mata dunia. Jadi, AS melancarkan perang simultan: perang piranti keras (hardware) berupa pengerahan perangkat militer, dan perang piranti lunak (software) –dalam hal ini ‘perang media massa’.
Para pemegang kekuasaan menyadari betul bahwa media massa, wartawan, jurukamera, jurufoto, perlu ‘dijadikan teman’ karena mereka memegang senjata yang jauh lebih penting dari perangkat perang yang mereka kerahkan di Irak, Afghanistan, Bosnia, dsb.
Tak sampai seminggu lalu, Presiden SBY mengundang para wartawan untuk ‘makan durian’ di satu kebun durian tak jauh dari Bogor. Apakah ini pul-kumpul omong kosong belaka? Tentu tidak. Para penasihat SBY tahu persis bahwa ‘mesin pencitraan 2009’ harus mulai bekerja sekarang dengan memanfaatkan media massa. SBY harus sudah mulai sering tampil di layar TV, terdengar di radio, terpampang di suratkabar, majalah, dsb. Sebab, pemilihan presiden 2009 ‘tidak lama lagi’.
Kemudian, kita lihat begitu banyak universitas, akademi, sekolah tinggi, pesantren, kursus-kursus, dll, yang mengiklankan diri di berbagai jenis media massa menjelang masa penerimaan mahasiswa baru. Ini semua mereka lakukan karena kesadaran bahwa media massa berperan penting untuk menjaring calon mahasiswa.
Segelintir contoh di atas terjadi karena kesadaran akan besarnya peranan media massa.
Kekuatan Media Massa
Yang paling menarik dari operasi media massa adalah dampak yang ditimbulkannya terhadap cara orang bereaksi setelah menerima berita/informasi.
Ketika seluruh dunia tahu lewat media bahwa senjata pemusnah massal dan uranium tidak ditemukan di Irak, berita ini memicu protes/demo besar di seluruh pelosok dunia. Pemerintah Bush kalang kabut menjelaskan ‘alasan lain’ untuk menyerbu Irak. Mereka cari-cari kaitan antara Saddam Hussein dan al-Qaeda atau terorisme, walaupun badan-badan intelijen mereka sendiri mengatakan tidak ada hubungan itu.
Begitu penyiksaan di penjara Abu Ghraib, Baghdad, tersiar ke seluruh dunia, Washington sangat terpojok, sangat malu. Foto-foto dan footage televisi tentang berbagai adegan penganiayaan di penjara ini yang tersiar ke seluruh dunia, yang dimulai oleh acara berita “60 Minutes II” televisi Amerika pada 28 April 2004, membuat kredibilitas AS dan para sekutunya menjadi runtuh total. Sebagian pengeritik politik luarnegeri AS mengatakan, Abu Ghraib merupakan cerminan dari sikap dan kebijakan Amerika keseluruhan yang tidak menghargai dan selalu melakukan tindak kekerasan terhadap orang Arab.
Berita penyiksaan di Guantanamo dan tidak adanya akses legal para tahanan di situ, juga memojokkan Washington. Pemerintah Bush dicela keras oleh politisi dan lembaga-lembaga HAM. Liputan media memaksa Amerika untuk berwajah lebih manis terhadap para tahanan.
Berita, analisis dan komentar tentang jumlah korban tewas tentara Amerika di Irak yang menembus angka 3,000, membuat ‘approval rate’ Presiden George W Bush turun ke tingkat terendah.
Laporan tentang kehancuran luarbiasa di Libanon akibat gempuran Israel ketika berperang dengan Hizbullah, membuat opini internasional melihat Israel bertindak berlebihan. Sebaliknya, pemberitaan perang ini membuat pemimpin Hizbullah Libanon, Hassan Nasrallah, menjadi sangat populer di kalangan rakyat Timur Tengah.
Contoh lain, Tony Blair mengalami krisis politik berkali-kali ketika berbagai skandal di tubuh pemerintahnya disiarkan oleh media massa. Menteri transportasi Stephen Byers mundur setelah berbulan-bulan menjadi bahan pemberitaan karena mempertahankan spin-doctor-nya, Jo Moore, yang menulis email pada tanggal 11 September 2001 bahwa “ini merupakan hari yang bagus untuk mengubur berita buruk tentang kondisi angkutan umum”.
Laporan media yang sangat ekstensif tentang kasus cash for honour (sumbang Partai Buruh utk dapatkan gelar kerajaan) membuat Blair dilanda krisis paling berat selama kekuasaannya.
Ratu Elizabeth terpaksa tampil di televisi untuk menyampaikan pidato istimewa untuk menghormati Putri Diana yang tewas dalam kecelakaan mobil di Paris, akhir Agustus 1997. Ratu terpaksa berpidato setelah selama berhari-hari media massa, khususnya siaran langsung televisi, menunjukkan ratusan ribu pelayat yang meletakkan karangan bunga sepanjang lebih satu kilometer mulai gerbang Kensington Palace, kediaman Lady Di.
Footage dan gambar-gambar yang menunjukkan amukan tsunami di Aceh membuat orang dari seluruh dunia memberikan sumbangan dana dalam jumlah besar. Di Inggris, langsung berdiri Disaster Emergency Committee (DEC) yang berhasil mengumpulkan dana lebih 300 juta poundsterling. Bantuan untuk Aceh datang dari mana-mana. Ini semua adalah dampak pemberitaan media massa.
Kasus bully di acara Big Brother Channel 4 membuat Jady Good terperosok jauh ke dalam Lumpur celaan, dan acara itu sendiri dikritik habis oleh berbagai pihak. Sang korban bully, Shilpa Shetti, sebaliknya menjadi terangkat dan dikejar-kejar oleh televisi untuk wawancara eksklusif (dengan bayaran besar, tentunya). Menyusul kasus ini, perdebatan mengenai rasisme pun kembali menghangat di berbagai jenis media.
Yahya Zaini akhirnya kehilangan status dan pekerjaan sebagai anggota DPR setelah footage porno-nya bersama pedangdut Eva Maria tersiar ke seluruh dunia. [Mesin pelintir Golkar berusaha mengalihkan perhatian dengan cara mempersoalkan sisi pidana dari penyebaran footage itu, namun tidak berhasil.]
Dua menteri SBY, Yusril Ihza Mahendra dan Hamid Awaluddin, sedang berada dalam posisi yang terpojok setelah tersiar luas kisah pencairan uang Tommy Suharto di luarnegeri dengan menggunakan rekening departemen hukum dan HAM di tahun 2004.
Banyak lagi contoh tentang dampak pemberitaan/penyiaran media massa. David Beckham menjadi ikon sepakbola dan terkenal ke seluruh dunia, terutama di kalangan anak-anak muda, karena dibesarkan oleh media (Inggeris). Koran-koran dan majalah terus-menerus mengikuti perjalanan Beckham dan isterinya. Padahal, banyak pemain bola lain yang lebih hebat dari Beckham, tetapi tidak terkenal karena tidak ada “dukungan” dari media. Sebagai dampak sampingan dari kemashuran ini, Beckham pun digunakan sebagai bintang iklan. Keterkenalan ini pula yang membuat dia dikontrak sebesar $250 juta dollar oleh klub sepakbola Galaxy di Los Angeles.
Segitiga Media-Politik-Publik
Peranan media massa lebih diperkuat oleh kemajuan pesat dalam penemuan teknologi komunikasi. Yang terjadi beberapa menit yang lalu bisa langsung dilihat rekaman gambar (footage)-nya di televisi atau situs-situs berita yang menyediakan podcats; atau foto-foto biasa di suratkabar maupun situs berita.
Begitu kuatnya peranan media massa, pada era sekarang ini para politisi di seluruh dunia menjadikan kampanye media sebagai prioritas utama dalam daftar strategi mereka. Kampanye politik (political broadcast) di televisi bisa mempengaruhi massa dalam menentukan pilihan. Dan, kalau sutradara (spin-doctor) seorang politisi mampu menangkap selera publik, serta paham betul bagaimana menampilkan sang politisi di layar TV, maka semakin besar kemungkinan masyarakat akan bereaksi positif.
Dalam posisi yang seharusnya independen, media akan ‘membantu’ masyarakat untuk memahami berbagai peristiwa, termasuk memahami peta politik dan program-program partai. Media akan menjelaskan siapa dan apa di dunia politik.
Akan tetapi, dalam batas tertentu media ‘memerlukan’ para aktor politik, ekonomi, sosial, budaya. Sebab, mereka inilah yang banyak menentukan arah kehidupan massa; merekalah yang menjadi sumber berita (news-maker). Karena itu, para presiden, perdana menteri, kepala pemerintahan, menteri keuangan, pengusaha dan perusahaan besar, tokoh masyarakat, perancang mode, para aktor/aktris, seniman, dlsb, selalu diikuti oleh media.
Selain itu, media sendiri tidak lepas dari masalah dana operasional. Suratkabar, majalah, televisi, dan radio memerlukan biaya yang cukup besar untuk menjalankan fungsinya. Media cetak dan televisi terutama, belakangan ini berubah menjadi bisnis besar. Stasiun-stasiun komersial dimiliki oleh perusahaan raksasa multinasional. Kenyataan ini memicu tuduhan bahwa media yang dikuasai pemodal besar itu beroperasi tidak dengan prinsip ‘impartial’ (tidak memihak).
Di celah-celah kepemilikan korporasi besar itu, di sana-sini masih ada media cetak dan televisi maupun radio yang berdiri netral, atau bahkan ‘memihak’ akar rumput.
Karena itulah, di kalangan media massa sekarang ini terjadi polarisasi ideologis. Yang satu disebut ‘media kanan’ dan yang lainnya ‘media kiri’.
Di Inggris, misalnya, para pemerhati mengelompokkan The Sun, Sky News (BskyB), Daily Telegraph antara lainnya sebagai ‘media kanan’, sedangkan The Guardian, The Independent, Daily Mirror sebagai ‘media kiri’.
Polarisasi ideologis ini bisa melahirkan “kolaborasi lepas” antara sejumlah media dan penguasa. Di Inggris, kelompok Rupert Murdoch menyatakan dukungan untuk Tony Blair sebelum pemilihan umum 1997 sampai sekarang. Di Amerika, beberapa saluran televisi seperti FoxNews terang-terangan memihak Presiden Bush.
Di Indonesia, banyak orang yakin bahwa sejumlah media mendukung SBY. Tetapi, fragmentasinya lebih beragam lagi. Misalnya, ada media yang mendukung partai-partai tertentu.
Polarisasi ini pada akhirnya bisa merugikan masyarakat. Sebab, kalau ada sejumlah media besar memihak penguasa, akan sulit untuk mengharapkan fungsi kontrol mereka. Publik sangat bergantung pada media massa dalam memilih informasi, meletakkannya dalam bingkai yang benar, dan kemudian memberikan analisis.
Itulah sebabnya, dalam “Segitiga Media-Politik-Publik”, posisi media akan sangat menentukan. Media milik publik (dus, bekerja untuk masyarakat), akan membuat penguasa terkontrol ketat. Sebaliknya, media yang terkooptasi oleh penguasa akan membuat masyarakat kebingungan atau keliru dalam menentukan pilihan mereka.
Anda dan Media
Salah satu tujuan Bengkel Jurnalistik ini adalah untuk mencari peluang mempromosikan gagasan, karya atau penemuan anda lewat media massa. Keinginan ini tidaklah berlebihan karena karya dan temuan anda akan lebih cepat tersebar ke masyarakat bila diterbitkan/ditayangkan oleh media.
Saya melihat ada beberapa faktor kunci untuk itu. Pertama, daya jual karya anda. Kedua, relevansi karya anda itu dengan kehidupan masyarakat luas. Ketiga, simplisitas karya tulis anda. Keempat, koneksi anda dengan orang-orang di media. Faktor keempat ini bahkan bisa melemahkan ketiga faktor lainnya.
Di Indonesia, banyak penulis yang menjadi top melalui koneksi di koran atau majalah.
Kalau karya tulis anda relevan dengan salah satu segmen di suatu media cetak dan topikal, katakanlah rubrik ekonomi, hukum, teknologi, kesehatan, agama, dsb, biasanya tidak ada hambatan untuk dipublikasikan.
Begitu anda bisa menembus sebuah penerbitan, biasanya artikel-artikel berikutnya tidak akan sulit. Dari dari sinilah seorag penulis akan membangun kredibilitasnya, dan dari sini pula seorang penulis memulai popularitasnya.
Bila ini menjadi kenyataan, maka dalam batas tertentu anda sudah bisa disebut “menguasai media massa”. Expertise anda akan mendikte media.
Selamat Berjuang!



KIAT MENULIS ARTIKEL IPTEK

HAMPIR setiap suratkabar harian dan mingguan memuat berita-berita dan artikel populer ilmu pengetahuan dan teknologi. Berbeda dengan dekade sebelumnya, berita dan tulisan iptek tidak lagi dipandang sebagai suatu yang eksklusif, tetapi sudah menjadi bacaan bagi masyarakat luas. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didorong oleh teknologi informasi seperti Internet, berhasil menggugah keingintahuan masyarakat terhadap sains.
Belum lagi peristiwa-peristiwa alam, mulai dari banjir, gempa bumi, wabah penyakit, hingga kecelakaan pesawat terbang, yang semuanya itu bisa dijelaskan melalui pendekatan sains, membuat masyarakat mulai akrab misalnya dengan istilah daya dukung lingkungan (carrying capacity), daerah tangkapan air (DTA), retakan bawah di permukaan bumi, evolusi virus, hingga istilah-istilah teknis dalam penerbangan (aviation). Masyarakat ingin tahu lebih banyak soal itu dengan tujuan bisa melakukan antisipasi jika suatu saat hal itu dialaminya sendiri.
Maka tidaklah mengherankan, media massa terus mencoba memenuhi kebutuhan pembacanya akan sajian-sajian Iptek. Dengan intensitas dan visi redaksional yang berbeda-beda, setiap media akan mencoba menyajikan tulisan-tulisan Iptek sesuai selera dan segmen pembacanya. Namun, dalam fungsinya sebagai media massa – dan bukan sebagai jurnal ilmiah untuk komunitas ilmuwan tertentu saja – tulisan-tulisan tersebut tentulah ditampilkan dengan bahasa dan gaya penulisan yang populer.
Jika berita-berita Iptek – yang bisa berupa laporan peristiwa, wawancara maupun hasil penelitian para ilmuwan dan peneliti – disiapkan oleh redaksi media massa itu sendiri, sebaliknya artikel iptek berasal dari luar media, yakni dari para penulis, peneliti, ilmuwan, dan pencinta iptek. Berbeda dengan umumnya staf redaksi media yang lebih berbekal pengalaman riset, wawancara dan reportase di lapangan, kalangan penulis luar ini berasal dari disiplin ilmu dan latar pendidikan yang memadai. Mereka ini adalah ilmuwan itu sendiri. Karenanya, para penulis ini dituntut menulis lebih mendalam, tajam, akurat, dan tentu saja dengan gaya penulis yang populer sehingga lebih mudah dimengerti masyarakat luas.
Media massa nasional misalnya, pada umumnya menyediakan tempat yang luas untuk pemuatan artikel-artikel iptek populer ini. Namun masalahnya, mereka kesulitan mendapatkan artikel iptek yang menarik dari segi topik, baru dari segi sudut pandang (angle) dan aktual dari segi peristiwanya. Tidak sedikit artikel-artikel yang bagus dari sisi kajiannya, tapi tak bisa dimuat karena sama sekali tidak relevan dengan peristiwa yang sedang terjadi di tengah masyarakat.
Bagi para peneliti dan ilmuwan yang ingin tulisannya dimuat di media massa, kecermatan memperhatikan kriteria artikel yang layak muat sangat diperlukan. Sebetulnya hal itu bisa dipelajari sendiri dengan cara mencermati artikel-artikel yang sudah dimuat. Coba perhatikan, kira-kira apa yang menarik dari artikel yang sedang Anda baca itu sehingga dimuat di suratkabar?
Berikut beberapa kriteria utama bagi artikel-artikel iptek yang bisa dipertimbangkan untuk dimuat:
Aktual. Hal pertama yang diperhatikan redaktur media ketika menerima kiriman artikel adalah aktualitasnya. Adakah newspeg-nya? Adakah cantolan aktualitasnya pada peristiwa atau kegiatan yang sudah dan sedang berlangsung? Newspeg ini bisa berupa peristiwa itu sendiri, misalnya wabah demam berdarah, banjir, pendaratan wahana robotik di Mars atau bisa juga berupa aktivitas ilmiah seperti adanya kongres ilmuwan nasional maupun dunia mengenai suatu topik ilmu. Peristiwa penganugerahan Hadiah Nobel juga bisa dijadikan peg, bisa ke peristiwanya sendiri, atau terkait pada temuan ataupun biografi para pemenang Nobel itu sendiri. Jadi, jika “tidak ada angin, tidak ada ribut” tiba-tiba Anda menulis tentang bioteknologi misalnya, tulisan Anda tidak akan berada pada daftar prioritas yang akan dimuat. Jika tulisan Anda tentang bioteknologi ini benar-benar bagus, tapi tidak aktual, ada kalanya redaktur menyimpannya dulu sambil menunggu peg-nya, baru kemudian dimuat. Tapi ini jarang sekali terjadi, sebab begitu tulisan Anda dinilai tidak aktual, biasanya segera diputuskan untuk tidak dimuat atau dikembalikan kepada Anda
Mengandung unsur baru. Jika tulisan Anda sudah aktual, hal lain yang akan diperhatikan redaktur adalah adakah unsur baru dalam tulisan tersebut. Unsur baru ini bisa dilihat dari angle (sudut pandang) tulisan – dalam penulisan karya ilmiah angle ini mungkin mirip dengan perumusan masalah – maupun data-data dan informasi baru yang disajikan. Apakah angle tulisan Anda menarik atau tidak? Sekarang kita ambil contoh. Taruhlah Anda ingin menulis soal wabah flu burung. Jika Anda mengambil angle soal karakteristik flu burung ini, angle serupa pasti banyak dipilih oleh penulis lain. Akibatnya, tulisan Anda harus bersaing dengan para penulis lain, syukur-syukur bisa lolos. Namun, jika Anda memilih angle yang lain, yang menurut Anda pasti tidak banyak diperhatikan oleh penulis lain, berarti Anda sudah selangkah lebih maju dan kemungkinan tulisan Anda untuk dimuat tentu lebih besar lagi. Lalu, seperti apa misalnya angle yang tampil beda itu? Banyak sekali. Anda misalnya, bisa memilih angle evolusi yang sedang berlangsung. Jika dulu, virus tertentu hanya bisa berpindah antara sesama hewan, kini sudah terjadi perpindahan antara hewan dan manusia dengna merujuk ada kasus mad cow, SARS dan flu burung (jadi wabah SARS atau flu burung sebagai peg saja). Jika Anda berhasil mengungkapkan argumen yang meyakinkan soal evolusi virus, akan sulit bagi redaktur untuk tidak memuat tulisan Anda.
Kerangka atau sistematika tulisan. Secara substansial, tidak ada perbedaan antara kerangka penulisan artikel iptek populer dengan artikel ilmiah; setidaknya mengandung tiga komponen utama, yakni pendahuluan, bagian isi dan bagian akhir yang berisi kesimpulan dan saran. Namun untuk artikel iptek populer, pemisahan itu sengaja dibuat tidak begitu nyata. Artinya, Anda tidak perlu menulis sub-judul dalam tulisan dengan Pendahuluan, Isi dan Penutup, tetapi bisa Anda ganti sub-judul lain yang lebih menarik, tapi tetap mengandung ketiga komponen di atas. Makin rajin Anda menulis artikel populer, pasti Anda akan terbiasa dengan dengan struktur penulisan yang sesungguhnya tidaklah asing bagi Anda.
Gaya penulisan. Jika tulisan Anda sudah aktual dan mengandung unsur baru, langkah berikutnya yang harus diperhatikan adalah gaya penulisan. Sering kali tulisan yang menarik tapi harus ditolak hanya karena gaya penulisannya sangat “academic-heavy” dan dipenuhi dengan istilah-istilah yang tak disertai padanannya dalam bahasa Indonesia. Anda harus membayangkan, redaktur tidak punya banyak waktu untuk mengedit kembali tulisan Anda, jadi dia cenderung akan memuat tulisan yang sudah jadi dan siap muat saja. Karenanya, cobalah tulis gagasan dan pemikiran Anda dalam bahasa yang sederhana, populer dan hidup. Tempatkan diri Anda sebagai pembaca awam ketika Anda sedang memeriksa hasil akhir tulisan Anda. Kalau Anda merasa istilah yang digunakan masih terlalu “berat”, carilah padanan lain yang yang lebih pas – tentunya dengan tidak mengurangi makna ilmiah yang sebenarnya.
Bahan pendukung. Jangan lupa melengkapi tulisan Anda dengan dengan bahan, foto, gambar, grafik, ilustrasi dan tabel pendukung. Ingat, sebagai artikel iptek, Anda tentu berurusan dengan data, skema, angka, rumus dan referensi tertentu, yang dapat mendukung argumen Anda dalam tulisan tersebut dan Anda merasa hal itu penting untuk diketahui masyarakat.
Untuk menyiasati hal di atas, memang harus dimulai dari diri Anda sendiri. Tidak mungkin Anda bisa mendapatkan topik tulisan yang aktual jika Anda tidak mengikuti perkembangan yang terjadi. Jadi cobalah untuk mengkliping berita maupun tulisan yang menarik dan cocok dengan minat Anda. Semakin kaya referensi yang Anda gunakan, akan semakin hidup dan menatik tulisan yang Anda sajikan.
Selain itu, hal-hal nonteknis juga berperan dalam mendorong bermunculannya penulis-penulis iptek andal. Anda harus punya motivasi yang kuat untuk menulis di media massa, karena ini merupakan salah satu cermin tanggungjawab moral Anda sebagai ilmuwan dan peneliti. Sampaikanlah ilmu yang Anda miliki kepada masyarakat yang membutuhkan. Jangan disimpan di dalam laci saja.
Setelah memiliki motivasi, hal lain yang harus Anda miliki adalah ambisi dan militansi. Ambisi dan militansi akan membuat motivasi Anda menjadi efektif dan bisa digerakkan. Ketika Anda ingin menulis sesuatu karena topik tersebut memang sangat hangat, lakukanlah segera, dan jangan menunda-nundanya. Bagaimana pun, proses penerimaan naskah, pemeriksaan dan pemuatan oleh redaksi, setidaknya membutuh waktu paling cepat dua-tiga hari. Jadi Anda harus berburu waktu untuk menghindari tulisan Anda tidak jadi basi.
Dengan militansi yang tinggi, kendala-kendala seperti kesibukan mengajar, meneliti atau mengurusi jurusan, sama sekali tidak akan menghalangi langkah Anda untuk menjadi penulis iptek yang andal. Dengan militansi yang tinggi, Anda juga tidak perlu merasa kecewa jika tulisan Anda ditolak, tapi mestinya akan terus memacu Anda untuk menulis lebih baik lagi. Anda tentu pernah membaca, tidak sedikit penulis-penulis yang terkenal saat ini, ketika memulai aktivitas menulisnya, menemukan kenyataan tidak sedikit tulisan-tulisannya yang dikirim ke media yang ditolak redaksi.
Ketika tulisan-tulisan Anda dimuat di media massa, sesungguhnya banyak sekali keuntungan yang bisa diperoleh. Selain masyarakat mendapatkan manfaat setelah membacanya, Anda juga akan dikenal luas, bisa pula menambah credit point (Kum) bagi dosen untuk naik pangkat, dan Anda juga dapat sejumlah uang karena memang ada honornya.
Jadi? Tidak ada resep ampuh apapun agar dapat menjadi penulis iptek terkenal, selain dengan memulainya dari sekarang!
Bagi saya pribadi, menulis artikel nonfiksi justru lebih mudah ketimbang fiksi (cerpen, novel, dst). Entah kenapa, saya sendiri tidak tahu. Tapi walau begitu, saya ingin menjadi penulis fiksi dan nonfiksi sekaligus, karena keduanya punya keunggulan masing-masing.
Untuk artikel nonfiksi, menurut saya, kiat dasarnya cukup sederhana. Kita hanya membutuhkan “bahan dasar” sebagai berikut:
Ide
Berpikir sistematis
Data (ini cukup relatif, karena ada juga artikel yang bisa ditulis tanpa harus mencari data)
Fokus pada masalah. Jangan suka melebarkan topik ke mana-mana.
Jika keempat poin ini sudah kita miliki, maka Insya Allah, menulis nonfiksi bisa menjadi pekerjaan yang sangat mudah.
Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari contoh sederhana ini.
1. Ide
Ide itu ada di mana-mana. Kali ini, kita mengambil contoh ide yang sederhana saja, yakni: “saya ingin membaca buku sebanyak-banyaknya, tapi saya tidak punya waktu dan tidak punya uang untuk membeli buku yang banyak.”
Nah, ini adalah ide yang cukup bagus dan bisa kita angkat menjadi sebuah tulisan. Di dalam ide ini terdapat sebuah masalah yang dapat kita kembangkan nantinya.
2. Berpikir sistematis
Setelah idenya ketemu, saatnya kita berpikir sistematis. Menurut saya, berpikir sistematis ini penting sekali. Salah satu kegagalan para penulis pemula adalah: mereka belum terbiasa berpikir secara sistematis. Akibatnya, mereka punya ide, tapi bingung harus mulai dari mana, bagaimaan cara mengembangkannya, dan seterusnya. Karena itu, kalau kita ingin jadi seorang penulis nonfiksi yang berhasil, cobalah mulai berlatih berpikir sistematis. Begitu ada ide, kita analisis dia secara runut, poin per poin, langkah demi langkah.
Dari contoh di atas, mari kita coba mengembangkannya berdasarkan pemikiran yang sistematis:
Saya berpendapat bahwa membaca itu sangat penting. Karena itu, saya harus membaca buku sebanyak-banyaknya.

Apa saja sih, manfaat membaca buku itu?

Kendala #01: Saya tak punya waktu yang banyak. Saya kan sibuk, banyak kerjaan, dst…
Kendala #02: Uang saya terbatas, sehingga saya tidak bisa membeli buku yang banyak.
Alternatif pemecahan masalah:
Pinjam di perpustakaan.
Pinjam buku ke teman. Perluas pergaulan sehingga makin banyak teman yang bisa meminjamkan buku.
Membaca ketika dalam perjalanan.
Membaca di sela-sela tugas kantor.
Sering-sering browsing di internet,
Dan seterusnya.
Pembahasan terhadap “alternatif pemecahan masalah”:
Tentang pinjam di perpustakaan: Wah, tidak bisa! Saya juga tak punya waktu untuk minjam ke perpustakaan. Lagipula, saya seringkali belum membaca bukunya, padahal sudah saatnya dikembalikan lagi.
Tentang pinjam ke teman: wah, teman saya sedikit. Saya kan orangnya kuper.
dan seterusnya…
Pemecahan masalah secara menyeluruh
Kesimpulan
Nah, dari sistem berpikir sistematis tersebut, kita sudah menemukan KERANGKA KARANGAN. Ya, kerangka karangan ini sangat penting, karena dari sini kita bisa mengembangkan tulisan. Kerangka tulisan ini bisa kita tulis di kertas, atau cukup disimpan di kepala saja. Terserah kita memilih yang mana, tergantung kebiasaan dan kemampuan masing-masing.
3. Data
Alangkah bagusnya jika tulisan ini kita lengkapi dengan data pendukung. Misalnya: berapa koleksi buku yang telah saya miliki, berapa rata-rata harga buku. Dari total penghasilan saya, berapa rupiah yang dapat saya sisihkan untuk membeli buku. Dan seterusnya. Data ini akan membuat tulisan kita lebih “kaya”.
4. Fokus. Jangan melebarkan topik
Nah, ini adalah masalah yang seringkali tidak kita sadari ketika menulis. Sebab, kita merasa bahwa apa yang kita tulis masih berhubungan dengan tema utamanya, padahal sebenarnya tidak terlalu berhubungan, dan tidak perlu dibahas.
Misalnya begini:
Ketika menulis tentang ide di atas (kendala saya dalam membaca buku), kita tanpa sadar membahas tentang “gerakan gemar membaca yang dicanangkan pemerintah.” Kita uraikan tema ini panjang lebar, ditambah berbagai data penunjang.
Hm, kalau tema ini dibahas sekilas saja, mungkin tidak terlalu masalah, karena justru bisa menjadi penguat argumen kita bahwa membaca itu memang sangat penting. Dan memang, tema “gerakan gemar membaca” ini masih berkaitan erat dengan ide yang sedang kita tulis. Masalahnya adalah, jika kita mulai membahas tema tambahan ini secara panjang lebar, tulisan kita menjadi tidak fokus lagi. Di dalamnya sudah ada dua tema besar yang sama-sama kuat. Dan pembaca nantinya akan bingung, “si penulis ini sebenarnya sedang membahas apa, sih?”
Sumber: Jonru
April 18th, 2007



TIPS MENULIS DI MEDIA MASSA

Anda sudah menulis artikel untuk kolom opini di surat kabar namun seringkali di tolak? Atau Anda baru akan memulai untuk mengirimkan artikel ke surat kabar atau majalah ? Tulisan berikut barangkali akan menjembatani beberapa kesulitan sehingga artikel Anda atau analisis Anda bisa sering dimuat.Beberapa ciri dari harian dan majalah penting untuk diingat sehingga saat memulai menulis sudah terbayangkan siapa pembacanya dan bagaimana skope medianya.
Tips di bawah ini tentu tidaklah lengkap dan bukanlah aksioma yang harus diikuti. Namun tips ini sekedar rambu-rambu yang bisa memberikan sedikit panduan mengenai menulis di media massa.

1. Aktual
Surat kabar atau majalah mingguan memiliki ciri utama aktual. Harian seperti Kompas atau Republika sangat terikat dengan waktu. Harian mencerminkan berita dan informasi setiap hari. Berita hari ini akan menjadi basi pada keesokan harinya. Koran hari ini tidak akan menjadi panduan lagi pada keesokan harinya. Jadi artikel dan opini di dalamnya pun harus dan biasanya aktual dengan kejadian yang sedang muncul. Misalnya, artikel mengenai sistem pencarian pesawat hilang akan sangat bermanfaat sekarang untuk menjelaskan mengapa di abad satelit ini sebuah pesawat AdamAir dengan 100 penumpang lebih telah beberapa hari tidak terlacak. Dengan sendirinya sebuah tulisan yang aktual dan lagi hangat dibicarakan kans untuk dimuat akan semakin besar.

2. Ringkas dan Jelas
Selain aktual, sebuah artikel diharapkan oleh pembacanya ringkas dan jelas. Ringkas artinya pembahasannya mengenai sebuah topik dilakukan secara garis besar, tidak sampai detail. Rincian angka atau teori yang teknis tidak perlu dibahas apalagi kajian mengenai teori yang berbeda-beda. Cukup satu pendekatan dan terangkan. Jelas artinya tulisan itu mencerminkan judul. Tulisan di sebuah harian karena biasanya berlaku hanya 24 jam maka uraiannya perlu sebuah kejelasan. Misalnya, tulisan dengan topik skenario hilangnya AdamAir dijelaskan dengan meminjam perbincangan para pakar mulai skenario karena cuaca buruk, skenario ledakan bom dan skenario human error. Perbincangan mengenai topik akan menarim sepanjang pesawat masih belum ditemukan.

3. Paragraf yang jelas
Sebaiknya sebuah artikel menggunakan sub judul dengan paragraf yang jelas. Paragraf mencerminkan langkah-langkah untuk menjelaskan pendapat, atau argumentasi. Sub judul kecil akan sangat membantu pembaca merangkum dengan cepat. Perlu diingat bahwa artikel di media massa bukan uraian akademis maka dibayangkan pula pembacanya bisa menjangkau semua lapias. Editor rubrik artikel ini sadar akan bayangan mengenai pembacanya ketika menerima sebuah artikel. Tidak hanya paragraf itu menjelaskan pembukaan, batang tubuh tetapi juga kesimpulan.

4. Pikirkan panjang tulisan
Sebuah tulisan di surat kabar biasanya berkisar antara empat sampai lima setengah halaman A4 dengan format dua spasi. Empat halaman sudah dianggap cukup tetapi lebih dari enam halaman dianggap bisa terlalu panjang. Ketentuan ini tentu tidak kaku tergantung kondisi pembahasan artikelnya apakah memang sangat menarik perhatian pembaca.

5. Sertakan CV singkat
Sebuah keterangan mengenai siapa Anda akan sangat banyak membantu editor untuk memutuskan apakah artikel ini ditulis seorang awam atau seorang pakar atau peneliti. Seorang spesialis di bidang teknologi penerbangan akan sangat besar kans nya untuk dimuat jika menguraikan soal teknis mengenai hilangnya pesawat AdamAir di Sulawesi Barat. Atau seorang peneliti di sebuah universitas besar di luar negeri juga akan memberikan bobot tersendiri. Namun editor juga tidak tergantung nama besar Anda tetapi juga kualitas dan kuantitas tulisan. Seorang akademisi yang menulis membosankan tidak akan banyak memberi manfaat apalagi disertakan berbagai teori yang “berat”.

6. Gaya tulisan enak dibaca
Gaya tulisan juga akan sangat mempengaruhi keputusan editor artikel. Sebuah tulisan yang diuraikan dengan gaya bahasa yang enak tetapi berbobot mungkin akan dipertimbangkan lebih lama. Untuk menemukan bagaimana gaya menulis Anda tentu dilalui dengan latihan. Meskipun gaya tulisan Anda misalnya masih kaku, asalkan cukup jelas dan ringkas, Artikel anda masih banyak peluangnya.

7 Format yang apik
Tulisan yang berbobot tidak hanya dalam uraian dan sudut pandangnya, tetapi juga dalam cara penyajiannya. Dengan digitalisasi hampir semua surat kabar dan majalah di Indonesia maka menulis dengan komputer merupakan sebuah kemestian. Tantangannya, seringkali error dalam menuliskan istilah atau tanda-tanda baca kerapkali terlewat. Biasakan dengan menulis yang apil sesuai tanda baca dan sesuai bunyi kata. Editor biasanya cepat mengetahui bagaimana tingkat kesungguhan Anda dalam menulis ketika melihat bentuk tulisan dan kesalahan gramatikal atau kesalahan pengetikan kata. Semakin banyak kesalahan menuliskan kata-kata akan semakin cepat disingkirkan dari urutan untuk dimuat.
Tips di atas tentu saja sekali lagi bukan sebuah “pakem” dimuat dan tidaknya sebuah tulisan. Adakalanya karena editor ingin sekali memuat sebuah topik yang lagi hangat dibahas dan sedikit pilihannya maka bisa jadi tulisan Anda pun lolos untuk dimuat meskipun editor harus kerja keras merombak dan mengeditnya.

Sumber: freejournalist


TIPS SEDERHANA MENULIS ARTIKEL NONPIKSI

Tulisan itu memfokuskan kepada cara menulis artikel di ruang opini. Sudah banyak diketahui bahwa menulis di ruang opini merupakan peluang terluas bagi para pembaca untuk mengemukakan gagasan dan opininya.
Tidak hanya Anda dapat mengutarakan pandangan mengenai sebuah peristiwa tetapi juga Anda bisa mendapatkan penghargaan berupa imbalan bagi tulisan. Biasanya setiap surat kabar sudah menganggarkan dana khusus bagi para penulis. Ruang artikel tidak hanya merupakan rubrik tetap tetapi juga menghangatkan dan meramaikan tampilan surat kabar. Lebih dari itu, dengan adanya artikel ini - apalagi dari kalangan spesialis - maka pengetahuan pembaca ini juga akan bertambah cepat. Sebuah persoalan duduk perkaranya bisa dipahami dalam sebuah artikel.
Inilah salah satu kegunaan artikel di dalam surat kabar. Tulisan itu “fresh” dan aktual serta tidak jarang menyeluruh dan mendalam. Akan tetapi kekuatan sebuah artikel tidak hanya kepada data yang sedang mengemuka tetapi juga susunan tulisan yang mudah dipahami.
Tulisan ini akan memberikan informasi mengenai bagaimana persiapan yang diperlukan jika memang Anda - apalagi kalangan mahasiswa dan akademisi - mau memanfaatkan media massa sebagai ajang olah fikir dan olah argumentasi.
Pertama, pilih topik yang Anda kuasai. Jika Anda seorang ilmuwan sosial maka sebaiknya memang masalah sosial dan kemasyarakatan yang Anda ungkapkan dalam tulisan di media massa. Dengan latar belakang ini, maka Anda memiliki setidaknya otoritas dalam penulisan. Dengan latar belakang memang di bidang sosial maka dengan sendirinya, Anda diharapkan mengetahui sejumlah pilar penting dalam tata kemasyarakatan, persoalan di dalamnya dan berbagai alternatif yang akan ditawarkan.
Kalau meminjam istilah David Easton dimana masyarakat merupakan sebuah sistem sosial maka akan input berupa tuntutan dan dorongan kemudian diproses di dalam black box (proses sosial) dan kemudian ada output yang berupa hasil dari penyelesaian masalah sosial yang akhirnya merupakan umpan balik untuk input berikutnya. Itulah cara berfikir dari sistem sosial yang dijelaskan dalam teori David Easton. Namun Anda tidak harus terpaku kepada satu dua teori, dalam artikel yang Anda tulis kebebasan sangat terbuka membuat teori dan pandangan baru.
Kedua, pilih topik yang Anda sangat minati. Bisa jadi seseorang yang ahli di bidang peternakan lebih senang menulis sastra. Tidak ada yang salah mengenai ini. Anda masih bisa menulis bidang kritik sastra dengan minat Anda yang menggebu-gebu. Hobi kadang-kadang lebih diperdalam daripada latar belakang pendidikan Anda. Banyak hal terjadi memang dalam kehidupan namun inilah peluang yang Anda bisa gunakan untuk mengisi halaman surat kabar setiap harinya. Minat Anda bisa dibagi dengan pembaca lainnya.
Ketiga, buatlah kliping. Jika Anda berminat pada satu bidang katakanlah keselamatan transportasi, maka sebaiknya memantau data terakhir melalui surat kabar, majalah atau internet untuk dijadikan bahan mentah tulisan Anda. Yang penting adalah data mentah seperti banyaknya kecelakaan, modus kecelakaan dan korban. Dari data ini Anda bisa menyajikan statistik mengenai kecelakaan transportasi darat, laut dan udara sehingga bisa mengulasnya lebih aktual. Mengapa harus kliping? Karena kalau Anda memuat data dari buku teks misalnya, Anda akan ketinggalan karena biasanya di buku-buku teks itu datanya sudah lama. Data kependudukan dam kemiskinan di Indonesia misalnya, itu bisa didapatkan dari pengumuman Badan Statistik Nasional. Kliping bisa berbentuk digital karena sekarang sudah modern tetapi juga bisa berupa lembaran kertas yang disimpan dalam folder khusus.
Keempat, membuat perencanaan. Ada kalanya sebuah tulisan lahir dari perencanaan yang baik. Jika Anda tahu Hari Dirgantara atau Hari Ibu maka sebuah karya tulis bisa disusun untuk memperingati hari bersejarah itu. Tentu harus dibuat terlebih dahulu apa yang akan diulas dan bagaimana Anda menyusun argumentasinya. Sangat penting Anda membuat outline mengenai gagasannya terlebih dahulu sehingga nanti menuliskannya lebih mudah. Sebaiknya tulisan juga menyertakan data yang aktual dan kutipan yang berbobot apakah dari ilmuwan atau tokoh penting.
Empat hal itu barangkali merupakan pembukaan bagi Anda untuk menulis secara reguler di dalam media massa. Terlihat sederhana namun jika diperhatikan maka akan terasa sekali pentingnya. Jika ada keahlian dan minat, misalnya, Anda sulit menuangkan karya dan gagasan Anda dalam penulisan. Menguasai materi sangat penting untuk penulisan yang berjangka panjang. Kecuali Anda hanya menulis satu kali setahun untuk media, maka tidak perlu ada rencana yang rinci.




BAGAIMANA NULIS DI SURAT KABAR?

Tulisan itu memfokuskan kepada cara menulis artikel di ruang opini. Sudah banyak diketahui bahwa menulis di ruang opini merupakan peluang terluas bagi para pembaca untuk mengemukakan gagasan dan opininya.
Tidak hanya Anda dapat mengutarakan pandangan mengenai sebuah peristiwa tetapi juga Anda bisa mendapatkan penghargaan berupa imbalan bagi tulisan. Biasanya setiap surat kabar sudah menganggarkan dana khusus bagi para penulis. Ruang artikel tidak hanya merupakan rubrik tetap tetapi juga menghangatkan dan meramaikan tampilan surat kabar. Lebih dari itu, dengan adanya artikel ini - apalagi dari kalangan spesialis - maka pengetahuan pembaca ini juga akan bertambah cepat. Sebuah persoalan duduk perkaranya bisa dipahami dalam sebuah artikel.
Inilah salah satu kegunaan artikel di dalam surat kabar. Tulisan itu “fresh” dan aktual serta tidak jarang menyeluruh dan mendalam. Akan tetapi kekuatan sebuah artikel tidak hanya kepada data yang sedang mengemuka tetapi juga susunan tulisan yang mudah dipahami.
Tulisan ini akan memberikan informasi mengenai bagaimana persiapan yang diperlukan jika memang Anda - apalagi kalangan mahasiswa dan akademisi - mau memanfaatkan media massa sebagai ajang olah fikir dan olah argumentasi.
Pertama, pilih topik yang Anda kuasai. Jika Anda seorang ilmuwan sosial maka sebaiknya memang masalah sosial dan kemasyarakatan yang Anda ungkapkan dalam tulisan di media massa. Dengan latar belakang ini, maka Anda memiliki setidaknya otoritas dalam penulisan. Dengan latar belakang memang di bidang sosial maka dengan sendirinya, Anda diharapkan mengetahui sejumlah pilar penting dalam tata kemasyarakatan, persoalan di dalamnya dan berbagai alternatif yang akan ditawarkan.
Kalau meminjam istilah David Easton dimana masyarakat merupakan sebuah sistem sosial maka akan input berupa tuntutan dan dorongan kemudian diproses di dalam black box (proses sosial) dan kemudian ada output yang berupa hasil dari penyelesaian masalah sosial yang akhirnya merupakan umpan balik untuk input berikutnya. Itulah cara berfikir dari sistem sosial yang dijelaskan dalam teori David Easton. Namun Anda tidak harus terpaku kepada satu dua teori, dalam artikel yang Anda tulis kebebasan sangat terbuka membuat teori dan pandangan baru.
Kedua, pilih topik yang Anda sangat minati. Bisa jadi seseorang yang ahli di bidang peternakan lebih senang menulis sastra. Tidak ada yang salah mengenai ini. Anda masih bisa menulis bidang kritik sastra dengan minat Anda yang menggebu-gebu. Hobi kadang-kadang lebih diperdalam daripada latar belakang pendidikan Anda. Banyak hal terjadi memang dalam kehidupan namun inilah peluang yang Anda bisa gunakan untuk mengisi halaman surat kabar setiap harinya. Minat Anda bisa dibagi dengan pembaca lainnya.
Ketiga, buatlah kliping. Jika Anda berminat pada satu bidang katakanlah keselamatan transportasi, maka sebaiknya memantau data terakhir melalui surat kabar, majalah atau internet untuk dijadikan bahan mentah tulisan Anda. Yang penting adalah data mentah seperti banyaknya kecelakaan, modus kecelakaan dan korban. Dari data ini Anda bisa menyajikan statistik mengenai kecelakaan transportasi darat, laut dan udara sehingga bisa mengulasnya lebih aktual. Mengapa harus kliping? Karena kalau Anda memuat data dari buku teks misalnya, Anda akan ketinggalan karena biasanya di buku-buku teks itu datanya sudah lama. Data kependudukan dam kemiskinan di Indonesia misalnya, itu bisa didapatkan dari pengumuman Badan Statistik Nasional. Kliping bisa berbentuk digital karena sekarang sudah modern tetapi juga bisa berupa lembaran kertas yang disimpan dalam folder khusus.
Keempat, membuat perencanaan. Ada kalanya sebuah tulisan lahir dari perencanaan yang baik. Jika Anda tahu Hari Dirgantara atau Hari Ibu maka sebuah karya tulis bisa disusun untuk memperingati hari bersejarah itu. Tentu harus dibuat terlebih dahulu apa yang akan diulas dan bagaimana Anda menyusun argumentasinya. Sangat penting Anda membuat outline mengenai gagasannya terlebih dahulu sehingga nanti menuliskannya lebih mudah. Sebaiknya tulisan juga menyertakan data yang aktual dan kutipan yang berbobot apakah dari ilmuwan atau tokoh penting.
Empat hal itu barangkali merupakan pembukaan bagi Anda untuk menulis secara reguler di dalam media massa. Terlihat sederhana namun jika diperhatikan maka akan terasa sekali pentingnya. Jika ada keahlian dan minat, misalnya, Anda sulit menuangkan karya dan gagasan Anda dalam penulisan. Menguasai materi sangat penting untuk penulisan yang berjangka panjang. Kecuali Anda hanya menulis satu kali setahun untuk media, maka tidak perlu ada rencana yang rinci.


Sumber Resmi :
http://www.journalist-adventure.com/?p=135

02 November 2007

APBD Labuhanbatu 2007 Alami Defisit

Besar pasak dari tiang, konotasi tersebut sepertinya sedikit terlihat nyata dalam penggunaan dana keuangan di Pemerintahan Daerah Labuhanbatu. Selain, didasari beberapa pendapatan pos di dinas-dinas setdakab Labuhanbatu pada Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RP-APBD) Labuhanbatu TA 2007 mengalami peningkatan dari tahun sebelaumnya. Namun, menjadi sorotan belanja daerah itu juga terjadi pertambahan, bahkan melampaui tingginya jumlah perolehan pendapatan yang diterima. Alhasil, Labuhanbatu nantinya akan mengalami defisit anggaran.
Meningkatnya belanja daerah yang lebih tinggi dibandingkan pertambahan pendapatan menyebabkan APBD 2007 Labuhanbatu defisit Rp 73,721 miliar. Disebutkan, pendapatan dan belanja daerah 2007 yang direncanakan dalam RP-APBD 2007 sebesar Rp 744,072 miliar, meningkat 4,43% dari pendapatan semula atau mencapai Rp 31,585 miliar.
Pertambahan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah yang direncanakan Rp 902,813 juta yang bersumber dari retribusi daerah Rp 302,813 juta dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 600 juta.
Sedangkan pertambahan pendapatan dari pemerintah pusat berasal dari bagi hasil pajak/bukan pajak di sektor bagi hasil pajak BPHTB, direncanakan sebesar Rp 26,153 miliar. Sedangkan, pertambahan dari pendapatan lainnya yang sah yaitu bantuan keuangan pemerintah propinsi sebagaimana telah ditetapkan dalam APBD Sumut bertambah menjadi Rp 4,529 miliar.
Dalam RP-APBD 2007, direncanakan pertambahan Rp 79,476 miliar atau meningkat 10,76% menjadi Rp 817,793 miliar. Akibat pertambahan belanja lebih besar dari pertambahan pendapatan telah menyebabkan defisit anggaran bertambah Rp 47,891 miliar menjadi Rp 73,721 miliar.
Pertambahannya meliputi, pertambahan belanja tidak langsung dari rencana sebesar Rp11,866 miliar menjadi Rp 398,048 miliar yang terdiri dari belanja pegawai menjadi Rp7,973 miliar untuk pertambahan gaji PNS, kenaikan tunjangan struktural dan fungsional serta tunjangan beras PNS.
Sedangkan belanja hibah, diperuntukkan bagi KPUD Labuhanbatu dalam rangka persiapan dan pelaksanaan Pilgubsu 2008, sebesar Rp1,843 miliar. Kemudian, belanja bantuan sosial bertambah Rp1,06 miliar mencakup bantuan kepada organisasi kemasyarakatan dan pendidikan.
Padahal, defisit lebih jauh ataupun bahkan mampu ditekan bila efektivitas dan efisiensi anggaran dapat ditekan. Pasalnya, rencana realisasi pengadaan dana tersebut, terdapat dibeberapa pos program, banyak yang terjadi penambahan alokasi dana dari yang dianggarkan sebelumnya. Padahal, dinilai masih belum terlalu mendesak untuk dilakukan.
Seperti di dinas pendidikan (Diknas) Labuhanbatu, terdapat beberapa mata anggaran yang menjadi material kritisi. Seperti, Pengadaan Kendaraan Dinas/ Operasional, dialokasikan pembeliaannya dengan dana sebesar Rp 1.345.090.500. pos yang tertera pada nomor rekening 1.01.010205 itu, disebutkan mengalami pertambahan Rp425 juta. Padahal, pengadaan barang tersebut, dinilai masih belum terlalu samapi pada tingkat mendesak, terlebaih lagi, sampai harus menambah dana anggaran dari jumlah sebelumnya.
Tak ayal, banyak pihak yang mempertanyakan hal itu, terlebih lagi fraksi Reformasi DPRD Labuhanbatu. Dalam pandangan umumnya terhadap Nota keuangan RP-APBD Labuhanbatu TA 2007, pada kesempatan sidang paripurna legislasi itu akhir pekan silam, sempat terlontar berbagai usulan-usulan kepada pihak eksekutif dalam menindak lanjuti nota itu. Puji Hartoyo, Sekretaris Fraksi Reformasi, pada kesempatan itu menyampaikan pandangan mereka akan niat baik Pemkab Labuhanbatu yang ingin menyediakan mobil dinas bagi Diknas, namun masih memohon penjelasan lebih mendetail tentang pengadaannya.
"Kenaikan untuk pengadaan kendaran dinas tersebut mencapai hampir 50 persen. Menjadikan permasalahan dan pertanyaan bagi kami, ketika kenaikan anggaran untuk pengadaan mobil dinas ini jauh melebihi anggaran untuk pembangunan gedung sekolah (no rekening 1.01.011601) yang hanya mengalami kenaikan Rp60 juta," terangnya. Dengan kenaikan anggaran itu, katanya, mereka layak sekali mempertanyakan pengunaannya, terlebih lagi klasifikasi kendaraan jenis apa dan direncanakan untuk pengadaan berapa unit. Selain itu, ujar Puji, merupakan suatu kelayakan pula mempertanyakan, kondisi kendaraan dinas/operasional yang ada di dinas pendidikan sekarang, padahal, di dinas tersebut sejatinya telah ada kendaraan inventasrisir.
"Apakah lebih laik kenaikan untuk kendaraan dinas ini jauh lebih tinggi daripada pembangunan gedung sekolah, mengingat statemen bupati yang telah dilansir beberapa media massa, bahwa di Labuhanbatu akan diterapkan sistem pendidikan wajib belajar 12 tahun, bukan hanya 9 tahun sebagaimana yang diprogramkan pemerintah pusat. Dimana korelasinya antara statemen tersebut, jika untuk pengadaan kendaraan dinas pendidikan ditabah Rp425 juta, sementara untuk perbaikan gedung sekolah hanya Rp60 juta?," tanya Puji.
Memang, pada mata anggaran di pos yang bernomor rekening 1.01.011601, dijelaskan terjadinya penambahan alokasi dana untuk pembangunan/ perbaikan gedung-gedung sekolah se-Labuhanbatu, namun dengan jumlah yang hanya jauh dibawah kebutuhan pembelian mobil mewah bagi keluarga ekonomi lemah (ekolem) untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.
Memang, perhatian kepala daerah disana untuk sektor pendidikan cukup untuk diacungi jempol. Hal itu terbukti dengan proyeksi yang segera direalisasikannya pada Tahun 2008. Tidak hanya ikut-ikutan dalam mensukseskan program wajib belajar 9 tahun, HT Milwan, memiliki niat untuk mewujudkan program pendidikan di Labuhanbatu dengan sistem wajib belajar 12 tahun. Tapi, melihat perbedaan mencolok dari alokasi kedua mata anggaran tersebut, salahkah bila diacungkan 'jempol kaki' (depak-pen) terhadap rencana-rencana di bidang Pendidikan yang memang tidak mendesak dan menyentuh langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan anak.
Tak hanya pada 2 pos itu, mata anggaran pendanaan di dinas itu juga masih ada yang menjadi perhatian serius pihak fraksi Reformasi untuk melakukan kritisinya. Seperti pada rekening bernomor 1.01.012013, disana dijelaskan, pos penyediaan tenaga guru bantu daerah mengalokasikan dana sebesar Rp 3.991.620.000, mengalami pertambahan Rp1.043.700.000, yang menjadi pertanyaan mendasar, terkait jumlah akumulasi guru yang akan direkrut dan batas waktu yang dibutuhkan. "Berapa guru bantu yang akan diangkat dalam kurun waktu yang hanya menyisahkan 45 hari ini. Dan, dimana saja daerah penempatannya? Selanjutnya, bagaimana sistem rekrutmen yang akan diberlakukan?," ketus Puji.
Lain halnya untuk pengadaan pakaian seragam sekolah bagi para siswa SD-SMP di Labuhanbatu, pada rekening 1.01.011616 terdapat pos baru, yaitu pos pengadaan pakaian seragam sekolah untuk mendukung program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dialokasikan dana sebesar Rp 4.4 milliar. Namun, sistematis pendistribusiannya masih menjadi perhatian yang utama dari pihak fraksi Reformasi, terlebih lagi sisa waktu yang dibutuhkan.
"Apakah dana sebesar itu dialokasikan untuk pengadaan pakaian seragam untuk semua siswa SD/SMP se-Labuhanbatu? Jika iya, bagaimana sistem pendistribusiannya? Dan apakah dalam jangka waktu 1,5 bulan, hal tersebut dapat terealisasi sesuai dengan jumlah anggaran yang mencapai Rp4.4 milliar?," kritiknya.
Di Dinas Kesehatan Labuhanbatu, malah pihak fraksi Reformasi DPRD Labuhanbatu menemukan mata anggaran yang direncanakan untuk pengalokasian dana pendukung berbagai program yang perlu untuk dikritisi dan dipertanyakan. Seperti program kemitraan peningkatan pelayanan kesehatan, pada rekening bernomor 1.02.012802 di RPAPBD Labuhanbatu TA 2007, pada program itu, tepatnya didalam pos kemitraan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular akan disediakan dana sebesar Rp 60 juta. Dan, pada rekening 1.02.012205, terdapat nama program serupa, yakni program pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Rp 771.148.000, setelah mengalami penambahan sebesar Rp.529.401.000.
Atas hal itu, mencuat kepermukaan pertanyaan yang dilontarkan pihak fraksi Reformasi. "Kami melihat pada dua kegiatan cenderung kegiatan yang sama dengan redaksi yang berbeda. Harap difahami, bahwa waktu yang tersedia untuk penggunaan dana PAPBD adalah maksimum 45 hari. Pertanyaan bagi fraksi Reformasi, angka penambahan sebesar Rp60 juta plus Rp529.401.000 yang sama dengan Rp.589.401.000 itu, yang sejatinya akan dipergunakan untuk menanggulangi penyakit menular. Selain itu, apakah saat ini telah ada wabah penyakit menular sehingga membutuhkan penanganan mendesak dan membutuhkan tambahan anggaran yang cukup besar," tegas Puji.
Nah, apakah mata anggaran di Dinkes Labuhanbatu ini telah usai dikritisi? Belum tentu, pasalnya, pada anggaran bernomor rekening 1.02.012805 di pos kemitraan peningkatan kualitas dokter dan paramedis yang akan di alokasikan dana sebesar Rp100 juta, dan, nomor rekening 1.02.022804 di pos kemitraan alih tekhnologi kedokteran dan kesehatan Rp105.375.000. Malah, dari dua rekening tersebut, terindikasi adanya kegiatan serupa, walau dilakukan pada lain instasi, yakni Dinas Kesehatan Labuhanbatu dan Badan Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (BPRSUD) Rantauprapat. "Mohon penjelasan, kami melihat pada dua pos disebut-sebut cenderung merupakan kegiatan yang sama dengan redaksi yang berbeda dan SKPD yang berbeda. Sementara obyek dari kedua kegiatan tersebut sama, yaitu dokter dan paramedisnya. Sehingga, harap dipahami, kedua pos tersebut merupakan pos baru yang jika diakumulasikan mencapai Rp205.375.000. Pertanyaannya, alih tekonologi dan peningkatan kualitas seperti apa yang bisa dicapai hanya dalam jangka waktu dua bulan, sementara dana yang dianggarkan untuk itu cukup besar. Sedangkan kursus menjahit saja tak cukup dua bulan," papar legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Labuhanbatu ini.
Sedangkan pada rekening 1.02.010107 pada pos penyediaan jasa administrasi keuangan Rp42.260.300, atau mengalami pertambahan Rp10.950.000. mengherankan lagi bagi fraksi Reformasi, hal ini hampir merata terjadi di setiap SKPD. Walhasil, menimbulkan tanya penyedia jasa akuntan tersebut.
"K ami melihat kenaikan anggaran pada pos ini di Dinkes cukup signifikan, sementara pengunaannya relatif kabur. Perlu dicatat, kenaikan cukup signifikan pada pos dengan nama yang sama juga terjadi di beberapa skpd lain, seperti di kkbcs yang naik Rp9.175.400, Dinas Koperasi dan UKM naik Rp26.400.000, Dinas Pasar dan Kebersihan naik 'cukup wah' sebesar Rp79.200.000, BAPPEDA naik Rp44.940.000, Dinas Perumahan naik Rp2.400.000, Dinas Pekerjaan Umum naik Rp54.000.000, dan Bapedalda naik Rp27.600.000. Menjadi pertanyaan, apa fungsi dari penyediaan jasa adminsitrasi keuangan ini di masing-masing SKPD dan siapa penyedia jasa tersebut," tegasnya.
Pada rekening 1.02.012403 pos pelayanan operasi bibir sumbing akan disediakan dana sebesar Rp 100.588.500, atau mengalami pertambahan Rp. 33.916.000, sedangkan database penderita tersebut di Labuhanbatu tidak dirincikan serta kepada berapa penderita dana tersebut akan dialokasikan.
"Sudah berapa banyak penderita bibir sumbing yang dioperasi? Maka, kami minta kejelasan data soal ini. Kemudian ada kenaikan anggaran mencapai Rp33.916.000, masalahnya, dengan dana itu berapa penderita bibir sumbing yang ditargetkan akan dioperasi dalam waktu 1,5 bulan mendatang hingga akhir anggaran. Apakah sejauh ini pemkab memiliki data jumlah penderita bibir sumbing di Labuhanbatu, serta berapa yang sudah dioperasi dan berapa lagi yang akan dioperasi, tanyanya.
Di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Labuhanbatu, juga fraksi Reformasi mempertanyakan rencana pemanfaatan dana anggaran disana. Seperti pada Rekening 1.14.010205 pos pengadaan kendaraan dinas/operasional dalam program peningkatan saranan dan prasarana aparatur, disana terjadi penambahan anggaran sebesar Rp52 juta, dengan total anggaran sebesar Rp70 juta.
Dengan kenaikan anggaran itu, memunculkan pertanyaan bagi mereka, penggunaannya yang akan direncanakan untuk membeli kendaraan jenis dan klasifikasinya. Dan, layak pula dipertanyakan, bagaimana kondisi kendaraan dinas/operasional yang ada di dinas tenaga kerja sekarang.
Pada rekening 1.14.011602 pos penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja Rp137.765.500, atau mengalami penambahan Rp 60.937.000. Mereka memohon penjelasan penggunaan dana nantinya, terkait penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja itu melalui media apa saja, sehingga sampai dibutuhkan tambahan dana sebesar Rp60.937.000? Dan, bursa tenaga kerja apa yang akan menyebarluaskannya dalam jangka waktu 1,5 bulan ini?
Berkenaan halnya Permendagri Nomor : 44 Tahun 2007 Tentang Pedoman Pengelolaan Belanja Pemilihan Umum Kepela Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Pada Bab II Pasal 2 Ayat ( 1 ) Yaitu : Penganggaran Belanja Pemilu Gubernur Dan Wakil Gubernur Dibebankan Pada APBD Propinsi Dan Pada Pasal 8 Yaitu Dalam Hal Pemilu Gubernur Dan Wakil Gubernur Tidak Dilakukan Bersamaan Dengan Pemilu Bupati Dan Wakil Bupati Dan / Atau Wali Kota Dan Wakil Wali Kota, Kabupaten /Kota Yamg Bersangkutan Dapat Mendukung Pendanaan Pemilu Gubernur Dan Wakil Gubernur. Fraksi Reformasi akhirnya mengharapkan adanya peninjauan kembali pada anggaran belanja hibah yang direncanakan sebesar Rp.1.843.413.450, yang akan diperuntukan bagi KPUD Labuhanbatu dalam persiapan dan pelaksanaan Pilkada Gubernur Sumatera Utara. Apakah realistis sejumlah dana tersebut dan apa saja komponen anggaran/biaya dari pengalokasian dana tersebut ?
"Kami dari fraksi reformasi DPRD Kabupaten Labuhanbatu setelah mendengar penyampaian nota keuangan RPAPBD Labuhanbatu TA 2007, ada beberapa hal yang perlu mendapat penjelasan, khususnya berkenaan pada permendagri nomor : 13/2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah Bab VIII pasal 155 ayat (4) yaitu : rancangan kebijakan umum perubahan apbd dan ppas.perubahan apbd sebagai mana dimaksud pada ayat (3) disampaikan pada DPRD paling lambat minggu pertama bulan Agustus dalam tahun anggaran berjalan.
Fraksi Reformasi pada kesempatan itu juga memberikan saran-saran dalam penyusunan APBD Labuhanbatu TA 2007 nantianya.
Dimana, kata Puji, sebagai bagian dari pengawasan kinerja pemerintah kabupaten, telah tercatat beberapa pos yang tertera dalam P-APBD yang diajukan eksekutif cenderung kontraproduktif dalam upaya penciptaan anggaran yang efisien dan tepat guna. Dua pos tersebut khususnya terkait kenaikan jumlah anggaran pada pos penyediaan jasa administrasi keuangan yang tertera di banyak SKPD. Kemudian kenaikan anggaran pos pengadaan kendaraan dinas/operasional yang juga ditampung dalam anggaran beberapa SKPD.
Katanya, menurut mereka, kenaikan angka yang signifikan di kedua pos yang ditampung dalam beberapa SKPD itu belum terlalu mendesak untuk diadakan. Mengingat masih banyak hal lain yang seharusnya lebih layak mendapat perhatian untuk ditambah anggarannya. Misalnya untuk pengentasan angka kemiskinan yang menurut data BPS Labuhanbatu terakhir berjumlah sekitar 140.000 jiwa atau setara dengan 14,20 persen dari seluruh jumlah penduduk Labuhanbatu. Atau perlu juga penambahan anggaran untuk perbaikan gedung sekolah yang hanya ditambah sebesar Rp60 juta. Jumlah tersebut dianggap masih kurang memadai apabila menilik dari pentingnya peningkatan mutu pendidikan di daerah ini.
Walau demikian, intinya adalah meminta penjelasan dari eksekutif, bukan berarti kami tidak menyetujui dengan rancangan perubahan anggaran tersebut, melainkan sebagai masukan untuk pembahasan P-APBD TA 2007 yang mungkin ada terdapat kelebihan, kekurangan dan anggaran yang tidak perlu dibawakan pada P-APBD, sehingga pada pembahasan P-APBD oleh panitia anggaran dapat mengambil kebijakan untuk penambahan, pengurangan dan penghapusan dari sejumlah dana yang direncanakan. Semuanya ini bermuara pada efisiensi anggaran agar tepat guna dan tepat sasaran.

01 November 2007

HUT Pemkab Labuhanbatu ke-62

*15 Desa Terima Bantuan Depkominfo

Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Labuhanbatu ke-62 Tahun 2007,
Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memberikan bantuan
Televisi Komplet, Radio dan mesin Genset kepada 15 desa di
Labuhanbatu yang belum mendapat penerangan listrik.

Penyerarahannya secara simbolis langsung dilakukan oleh Bupati
Labuhanbatu, HT Milwan kepada salah seorang kepala desa saat Resepsi
HUT Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis(1/11) di Halaman
Serdakab setempat.
Kepala Dinas Infokom Labuhanbatu Syahruddin Arif, tujuan pemberian
bantuan itu adalah untuk mempercepat warga di desa-desa itu mengakses
informasi positif.

Sehingga, diharapkan nantinya akses berbagai informasi positif di
desa-desa yang selama ini terisolasi dari lalu lintas informasi
penting, akan mampu menambaah pengetahuan dan wawasan warga, semakin
kian meningkatkan dan menumbuh kembangkan kesadaran untuk membangun
desanya yang dampaknya akan mempercepat kemajuan di desa-desa
dimaksud.

Acara tersebut juga diwarnai dengan penyerahan beasiswa sebagaimana
setiap tahunnya. Untuk kali ini, diberikan kepada 100 mahasiswa
berprestasi tingkat Provinsi Sumut dan pemberian hadiah kepada siswa/i
SD, SMP dan SMA di Labuhanbatu. Serta, kepada kecamatan, kelurahan dan
desa terbaik se-Labuhanbatu diserahkan penghargaan. Untuk kecamatan
terbaik pertama diterima kecamatan Rantau Utara, juara II diterima
kecamatan Panai hilir dan juara III kecamatan Kota Pinang.

Juga, diserahkan bantuan antara lain berupa penghargaan dan cendera
mata kepada kecamatan, desa/kelurahan terbaik, kelompok tani, nazir
masjid, panti asuhan, tokoh pembangunan Labuhanbatu.

HT Milwan dalam pidatonya menyebutkan, berbagai keberhasilan telah
diraih, tetapi perbaikan dan pembenahan masih dan harus terus kita
lakukan secara bersama-sama segenap komponen Labuhanbatu.

Bila seluruh komponen daerah ini bahu-membahu menyumbangkan pemikiran,
sumber daya dan kapasitasnya sesuai fungsi dan peran masing-masing,
mudah-mudahan "Labuhanbatu Sejahtera" atau masyarakat yang mampu
memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitasnya, akan tercapai.

. Pencalonan Jadi Cagubsu Dari Partai Demokrat

HT Milwan : Siap Dinonaktifkan dari Golkar

Suhu politik pra Pilgubsu 2008 di Labuhanbatu kian menghangat.Pasalnya, HT Milwan, yang juga Ketua DPD Tk II Partai GolkarLabuhanbatu, disebut-sebut maju dalam pencalonan dirinya sebagai BalonGubsu, memantik berbagai polemik ditengah-tengah masyarakat, khususnyakalangan internal partai Golkar tentang sikap tegas dari pihak partaiberlambang beringin itu. Sebab, setelah Partai Golkar Sumut,menetapkan Ali Umri sebagai calon tunggal Cagubsu, menepis peluangMilwan maju dari 'perahu' yang sama.Dikabarkan, Milwan akan mengalami penonaktifan dirinya dari PartaiGolkar, hal itu diindikasikan, dalam pencalonan dirinya menjadi balonGubsu yang kini masih melalui tahap penyeleksian tim dari PartaiDemokrat Sumut, diduga mengalami sedikit 'tantangan' dari dalam tubuhPartai Golkar, sebab dinilai telah 'melanggar' garis kebijakan partai.Namun, Milwan yang juga masih menjabat sebagai Bupati Labuhanbatu itu, mengaku belum menerima informasi dan 'ancaman' tersebut, bahkandirinya akan tetap mengikuti peraturan pedoman yang ada di tubuhpartai Golkar. "Saya sebagai kader Golkar akan tetap solid denganmengikuti kebijakan dan peraturan yang ada, khususnya juklak partaiGolkar no 05 tahun 2005. Tidak mudah melakukan pemecatan terhadapseseorang. Saya belum menerima informasi pemecatan, apa dasarnyaterjadi pemecatan. Hal itu masih polemik," ungkap HT Milwan,Kamis(1/11) kepada para wartawan di Gedung DPRD Labuhanbatu, usaimenghadiri acara sidang Paripurna Istimewa dalam rangka perayaan HariJadi Pemkab Labuhanbatu ke-62. Sebab, walau masih terjadi perbedaandalam mengartikan juklak partai itu, tapi sejatinya, DPD mestimempertanyakan kepada DPP, dan selanjutnya, setiap hasil keputusan danpetunjuk DPP, katanya, harus diindahkan. "Bila DPP telah menetapkancalonnya, maka saya tetap konsisten dengan ketetapan partai,"jelasnya.Namun, bila terjadi kebijakan penonaktifan dirinya dari Partai Golkar,terkait pencalonan dirinya sebagai Cagubsu melalui Partai Demokratitu, Milwan akunya, siap menerima kebijakan yang ditetapkan DPP PartaiGolkar. "Siap, saya siap dinonaktifkan bila nantinya mencalon sebagaicagubsu dari partai lain. Dan, jika hal itu merupakan kebijakanpartai," paparnya.Katanya, dalam pencalonannya merupakan jawaban dukungan darimasyarakat yang mendorong dirinya untuk maju. Serta, kesiapannyamencalon juga sebagai pemenuhan hak berdemokrasi selaku warga negarayang memiliki peluang dan kesempatan untuk memilih dan dipilih.Sedangkan memilih Partai Demokrat Sumut sebagai 'perahu' dalampencalonannya, aku Milwan, didasari terbukanya peluang dari partaiyang berdirinya dimotori SBY itu. "Karena partai itu membuka peluangluas kepada masyarakat umum maupun kadernya untuk maju sebagaicagubsu. Kan, setiap warga masyarakat yang berdemokrasi memiliki hakdan kesempatan untuk dipilih dan memilih," paparnya.Selain itu, dirinya juga, katanya, bersedia maju bukan sebagai kaderpartai Golkar ataupun membawa atribut partai, serta masih membuka diriuntuk menerima kesempatan pencalonannya dari partai-partai lainnya."Tidak hanya dari Partai Demokrat, saya secara pribadi masih berharapbila masih ada partai lain yang ingin dan mempercayainya," paparnya.

HUT Pemkab Labuhanbatu ke-62

15 Desa Terima Bantuan Depkominfo

Memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Labuhanbatu ke-62 Tahun 2007,Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) memberikan bantuanTelevisi Komplet, Radio dan mesin Genset kepada 15 desa diLabuhanbatu yang belum mendapat penerangan listrik.Penyerarahannya secara simbolis langsung dilakukan oleh BupatiLabuhanbatu, HT Milwan kepada salah seorang kepala desa saat ResepsiHUT Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis(1/11) di HalamanSerdakab setempat.Kepala Dinas Infokom Labuhanbatu Syahruddin Arif, tujuan pemberianbantuan itu adalah untuk mempercepat warga di desa-desa itu mengaksesinformasi positif.Sehingga, diharapkan nantinya akses berbagai informasi positif didesa-desa yang selama ini terisolasi dari lalu lintas informasipenting, akan mampu menambaah pengetahuan dan wawasan warga, semakinkian meningkatkan dan menumbuh kembangkan kesadaran untuk membangundesanya yang dampaknya akan mempercepat kemajuan di desa-desadimaksud.Acara tersebut juga diwarnai dengan penyerahan beasiswa sebagaimanasetiap tahunnya. Untuk kali ini, diberikan kepada 100 mahasiswaberprestasi tingkat Provinsi Sumut dan pemberian hadiah kepada siswa/iSD, SMP dan SMA di Labuhanbatu. Serta, kepada kecamatan, kelurahan dandesa terbaik se-Labuhanbatu diserahkan penghargaan. Untuk kecamatanterbaik pertama diterima kecamatan Rantau Utara, juara II diterimakecamatan Panai hilir dan juara III kecamatan Kota Pinang.Juga, diserahkan bantuan antara lain berupa penghargaan dan cenderamata kepada kecamatan, desa/kelurahan terbaik, kelompok tani, nazirmasjid, panti asuhan, tokoh pembangunan Labuhanbatu.HT Milwan dalam pidatonya menyebutkan, berbagai keberhasilan telahdiraih, tetapi perbaikan dan pembenahan masih dan harus terus kita
\u003cbr /\>Bila seluruh komponen daerah ini bahu-membahu menyumbangkan pemikiran,\u003cbr /\>sumber daya dan kapasitasnya sesuai fungsi dan peran masing-masing,\u003cbr /\>mudah-mudahan "Labuhanbatu Sejahtera" atau masyarakat yang mampu\u003cbr /\>memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitasnya, akan tercapai.\u003cbr /\>\u003cbr /\>Keterangan Fhoto:\u003cbr /\>Dirgahayu- Hari Jadi Pemkab Labuhanbatu ke-62, Kamis(1/11) bertempat\u003cbr /\>di halaman kantor Bupati Labuhanbatu, diwarnai dengan penyerahan\u003cbr /\>penghargaan kepada kecamatan terbaik, serta berbagai bantuan,\u003cbr /\>salahsatunya pemberian beasiswas kepada 150 orang mahasiswa.\u003cbr /\>(photo/teks:Fajar Dame Harahap/Medanbisnis)\u003cbr /\>\u003cbr /\>\u003cbr /\>Rantauprapat, 01 Nopember 2007.\u003cbr /\>Penulis Berita\u003cbr /\>\u003c/div\>",1]
);
D(["mb","\u003cdiv style\u003d\"direction:ltr\"\>\u003cspan class\u003dsg\>Fajar Dame Harahap\u003cbr /\>\u003c/span\>\u003c/div\>",0]
);
//-->
lakukan secara bersama-sama segenap komponen Labuhanbatu.Bila seluruh komponen daerah ini bahu-membahu menyumbangkan pemikiran,sumber daya dan kapasitasnya sesuai fungsi dan peran masing-masing,mudah-mudahan "Labuhanbatu Sejahtera" atau masyarakat yang mampumemenuhi kebutuhan dan meningkatkan kualitasnya, akan tercapai